Giliran Palembang Jadi Sasaran Black Campaign

 170 total views,  2 views today

hlllllllllll

Spanduk Black Campign merebak di palembang

PALEMBANG, KS-Menjelang pemungutan suara ulang (PSU) pada pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) Sumatera Selatan (Sumsel), 4 September mendatang, aksi black campaign (kampanye hitam) kian gencar dilakukan salah satu pasangan calon.

Setelah di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), kali ini spanduk black campaign itu beredar di Palembang. Jika di Baturaja, spanduk black campaign yang terpasang hanya berisikan tulisan “Pemilihan Gubernur Diulang: Jangan Pilih Calon Gubernur Yang Terbukti Curang Gunakan Uang Rakya (APBD) Rp1,4 Trilyun (Untuk Kampanye)”.

Sementara di Palembang, selain spanduk itu ada juga spanduk yang berisikan tulisan yang sama namun disertai foto salah satu pasangan calon yang bertaring bak seorang tokoh Drakula. Dua jenis spanduk, yang mendeskreditkan pasangan incumben itu, ditemukan warga terpasang di Jalan Pangeran Sido Ing Lautan, dekat Terminal Tangga Buntung.

“Spanduk itu, di pasang seseorang yang tidak kami kenal, Kamis (1/8) dini hari. Spanduk ini, dipasang deket rumah kami, terpasang juga di pagar Masjid Intifadah,” kata Amin Fauzi, salah satu warga yang dibincangi, kemarin.

Ia pun mengaku kecewa, karena demokrasi justru dinodai dengan cara yang tidak baik dan tidak terpuji. “Ini merupakan contoh yang tidak baik karena menghujat dan menghina seseorang, yang belum tentu terbukti,” ujarnya.

Sementara, Yusuf Burhan, warga lainnya menemukan buletin yang berisikan berita yang menyesatkan. “Kertas itu langsung saya sobek, karena isinya tidak benar, dan sangat menyesatkan,”ujarnya.

Ia pun berharap, agar pemilihan dapat berlangsung dengan jujur dan adil tanpa dicederai tindakan yang tidak terpuji.

Ditempat berbeda, juru bicara Partai Golkar Sumsel, Anita Noeringhati mengaku partai berlambang pohon beringin itu tidak terlalu memusingkan berbagai bentuk kampanye hitam yang mendeskreditkan Cagub Sumsel, Alex Noerdin. “Kami tidak merisaukan itu, karena memang isinya tidak benar. Kami yakin, masyarakat pun tahu mana yang benar dan mana fitnah,” kata Anita.

Anggota DPRD Sumsel ini yakin, justru dengan berbagai fitnah itu akan membuat masyarakat mengetahui siapa yang berbuat curang dan yang tidak. “Kami tetap optimis, pasangan Alex-Ishak akan memenangkan PSU. Soal black campaign, biarkan masyarakat menilai dan Allah SWT membalasanya,” sebut Anita.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis  (Puskaptis), Husin Yazid menilai aksi-aksi black campaign memang bisa menjatuh populeritas seseorang calon kepala daerah.

Tetapi kata Husin, itu tak terlalu efektif. Bahkan justru bisa menjatuhkan populeritas calon, yang menyebarkan isu itu. “Masyarakat saat ini sudah pintar, biarkan masyarakat menilai. Tak perlu lah melakukan black campaign, apalagi untuk meraih kemenangan,” tukasnya.

Teks    : Dicky Wahyudi
Editor  : Imron Supriyadi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster