Warga Resah, Peredaran BBM Oplosan Marak

 260 total views,  4 views today

minyak-oplos

Ilst. Minyak Oplosan

PAGARALAM, KS—Maraknya peredaran minyak mentah illegal atau belum terurai akibat ulah agen nakal, membuat warga di Pagaralam  resah. Pasalnya, tiap kali usai mengisi BBM jenis premium disalah satu pengecer yang mengunakan pompa mini itu membuat sejumlah kendaraan mogok.

“Saya heran, motor tiba-tiba mogok ketika usai mengisi bensin disalah satu pengecer yang terdapat di Talang Jawa,” kata Nando warga Tebat Giri Indah, kemarin.

Menurutnya, saat motor diisi yang diduga premuim oplosan, suara motor menjadi berbeda dan kerap mengeluarkan asap pada knalpot.

“Setelah minyak BBM yang ada di tanki motor dikuras dan diganti premium yang didapatkan dari SPBU, motor kembali normal tanpa mengeluarkan asap tebal,” bebernya.

Hal senada juga, Lekat warga Pagar Jaya, Pagaralam Selatan. Menurutnya, maraknya minyak yang belum terurai ini disinyalir berasal dari Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin. Sementara pemasoknya langsung menghubungi para pengecer yang mengunakan pompa mini atau “Pertamini”.

“Wajar saja jika kendaraan cepat rusak, jika bahan baku tersebut masih belum melalui proses pengelolaan. Diminta kepada para penegak hukum untuk segera menindaklanjuti permasalahan yang sedang dihadapi warga,” harapnya.

Menindaklanjuti maraknya minyak ilegal, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pengelolaan Pasar Kota Pagaralam, Ahmadi Damrah SE MM melalui Kasi Perlindungan Konsumen, Nasrullah Hanif SE MM mengatakan, pihaknya telah menurunkan tim guna melakukan pemeriksaan terhadap para pengecer yang terindikasi minyak oplosan atau minyak mentah yang belum terurai.

“Kami akan segera membentuk tim bersama Unit Pidana Ekonomi Reskrim Polres Pagaralam untuk melakukan inspeksi mendaak (sidak) terhadap para pengecer BBM yang terindikasi minyak oplosan,”  ungkapnya.

Diharapkan kepada masyarakat konsumen yang merasa dirugikan dalam pembelian BBM itu untuk memberikan informasi kepada pihaknya. “Kami mengharapkan  informasi dari masyarakat konsumen mengenai adanya minyak oplosan tersebut guna meminimalisir ruang gerak pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, karena lebih mengejar keuntungan daripada memperhatikan keselamatan seseorang,” sebutnya.

Teks : Antoni Stefen

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster