Terjegal Persetujuan Polda Sumsel, Realisasi Pembangunan RSKO Batal

 315 total views,  2 views today

polda

Kantor Polda Sumatera Selatan

PAGARALAM, KS—Upaya merealisasikan pembangunan Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO), yang rencananya akan dibangun diatas lahan 5 hektare di Dusun Bandar, Kelurahan Bandar, Kecamatan Dempo Selatan, batal dilaksanakan.

Pasalnya, hal itu disebabkan belum adanya persetujuan dari Polda Sumsel dengan alasan anggota polisi masih banyak kurang. Selain itu, belum adanya sarana transportasi yang memadai juga menjadi pemicu batalnya realisasi RSKO tersebut.

Demikian dikatakan Kepala BNN Kota pagaralam, Sudran Gafar S.Sos MM, kemarin (31/7).

Sejauh ini pihaknya sudah berulang kali mengajukan permohonan untuk pembangunan failitas dimaksud, tapi masih belum mendapat persetujuan dari pihak  Polda Sumsel, mengingat anggota polisi masih banyak kurang.

“Kami mengharapkan pihak Polda Sumsel nantinya dapat mempertimbangkan untuk memberikan persetujuan personel penyidik di BNN, sehingga kegitan ini dapat lebih maksiumal,” kata Sudran.

Ia menambahkan. untuk mendukung pembangunan rumah sakit ketergantungan obat tersebut sebetulnya sudah mendapat dukungan dari BNN pusat dan Pemerintah Provinsi Sumsel.

“Kita sudah mendapat persetujuan dari BNN pusat untuk membangun rumah sakit tersebut dengan anggaran Rp50,8 miliar, kemudian akan dibantu dari Pemprov Sumsel dan Kota Pagaralam sendiri,” ujarnya.

Lanjutnya, rumah sakit ini merupakan satu-satunya fasilitas rehabilitasi narkoba di wilayah Barat atau Sumatera, meliputi Sumbagsel, Riau, Padang, Sumatera Utara dan Aceh.

“Meski begitu, setelah dilakukan pengkajian oleh BNN pusat ternyata kelemahannya Kota Pagaralam masih belum memiliki akses sarana transportasi, walaupun sudah ada lapangan terbang tetapi belum bisa didarati pesawat berukuran besar,” bebernya.

Mengingat Kota Pagaralam tidak memenuhi persyaratan, kata dia, maka lokasi pembanguna Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) BNN dialihkan ke Batam.

“Jika dipandang dari sudut lokasi, kondisi alam, udara di Pagaralam jauh lebih layak jika dibandingkan dengan daerah lain, seperti Batam,” katanya.

Setelah gagal dibangun rumah sakit, menurut Sudran, lahan yang ada itu rencananya akan dihibahkan kepada Pemkot Pagaralam. “Kita akan hibahkan lahan 5 hektare di Dusun Bandar tersebut kepada Pemkot Pagaralam, tapi belum tahu akan dibangun untuk apa. Sementara ada usulan untuk lokasi pasar tradisional moderen,” terangnya.

Lebih jau ia mengatakan,  jika pembangunan rumah dakit ini dapat terealisasi yang jelas akan dapat mendukung kunjungan wisatawan ke Kota Pagaralam. “Dapat dibayangkan, katagori  para pencandu narkoba bukan orang sembarangan, anak pejabat dan orang berduit,” ungkapnya.

Teks : Antoni Stefen

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster