Mensikronkan Antara Ulama dan Umara

 151 total views,  2 views today

m,ui

OLEH SARONO P SASMITO

KETIKA saat ini masyarakat kita mengalami krisis kepemimpinan dan keteladanan, maka posisi, fungsi dan peran ulama makin mengedepan. Dalam konteks nasional ternyata hal seperti itu juga disadari oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono  (SBY) mengakui tugas ulama dan umara atau pemimpin pemerintahan tidak ringan, namun keduanya sama-sama mulia. Dalam suasana Ramadhan ketika dinamika keagamaan umat demikian intens maka merekatkan dan mensinkronkan peran antara ulama dan umara sangat penting jadinya.

Kita juga mengharapkan mereka juga sama-sama menyadari tugas dan fungsinya. Tugas ulama adalah bagaimana membawa umat berperilaku baik, santun, menjalani ibadah dengan benar, rukun dan saling bertoleransi. Kalau semua itu terwujud, maka umat Islam Indonesia akan menjadi contoh bagi dunia. Kita juga menilai kondisi ini jadi harapan kita semua. Sementara itu umara atau pejabat dan pengelola pemerintahan negara harus terus menerus memikirkan kesejahteraan warganya.

Untuk menuju ke arah tersebut, maka diperlukan kebersamaan antara ulama dengan umara karena keduanya memiliki tugas yang sama. Kalau ulama mendidik umat menjadi lebih baik, maka umara juga demikian dalam konteks kenegaraan. Kita juga benar-benar mengharapkan  pemerintah saat ini agar terus menerus berikhtiar untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat agar bertumbuh ke arah yang lebih baik. Sebetulnya,  keinginan masyarakat Indonesia tidak muluk-muluk, melainkan bagaimana hidup secara tentram, bisa menyekolahkan anak-anak mereka dan situasi politik yang tenang dan tidak gaduh.

Memang kita belum benar-benar lepas dari krisis setelah 15 tahun lalu negara Indonesia sempat dilanda krisis membahayakan dan mengancam eksistensi NKRI. Namun saat ini perkembangan ke arah yang lebih baik sudah mulai terlihat di mana-mana. Apalagi kita juga mengetahui banyak  pakar dari luar negeri memprediksi bahwa negara kita ini akan bubar dalam beberapa tahun ini. Kini justru banyak negara di luar yang mengalami krisis parah dan Indonesia terus menerus membaik. Oleh karena itu akan lebih bijak jadikanlah kegelapan di masa lalu itu sebagai pelajaran berharga kepada kita. Jangan sampai kegelapan di masa lalu datang kembali ke negeri kita. Moga hal ini benar-benar menjadi perhatian kita semua, baik ulama umara maupun seluruh elemen rakyat lainnya. Dengan demikian upaya perbaikan kehidupan berbangsa dan bernegara benar-benar dapat kita wujudkan.





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster