Kinerja Bawaslu Sumsel Dikritik

 294 total views,  2 views today

Kinerja-Bawaslu-Sumsel-Dikritik

Puluhan masyarakat yang menamakan dirinya Komunitas untuk Pilkada Bersih (KUPB) Sumatera Selatan (Sumsel), mengkritik kinerja Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumsel | Dok KS

PALEMBANG, KS-Puluhan masyarakat yang menamakan dirinya Komunitas untuk Pilkada Bersih (KUPB) Sumatera Selatan (Sumsel), mengkritik kinerja Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumsel.

Pasalnya Bawaslu dinilai hanya diam dan membiarkan, adanya berbagai dugaan pelanggaran dan kampanye hitam yang dilakukan salah satu pasangan calon. “Saat ini beredar kampanye hitam, baik melalui surat kabar short message service (SMS), selebaran, dan di jejaring sosial,” kata koordinator KUPB, M Sanusi dalam orasinya, Rabu (31/7).

Berbagai aktivitas yang dilakukan tim pemenangan salah satu calon ini kata Sanusi, mengotori semangat pemilukada bersih dan demokrasi yang sehat. Anehnya tuding Sanusi, Bawaslu yang harusnya menjadi ‘polisi’ dalam penyelenggaraan pemilukada, terkesan diam.

Harusnya Bawaslu bertindak tegas untuk mengawal jalannya pemilukada bersih. “Tetapi sampai saat ini, kami tidak melihat ada gerakan dan Banwaslu. Harusnya pro aktif melakukan pengawasan dan kinerja maksimal,” ujarnya.

KUPB pun mendesak Bawaslu mengusut dan menindak semua bentuk kampanye hitam, yang saat ini marak terjadi. “Bawaslu juga, harus menindak tegas salah satu kandidat yang disinyalir telah melanggar UU Nomor 12 tahun 2008. Kandidat itu, diduga melalui tim kampanyenya melakukan kampanye diluar jadwal seperti memasang iklan putusan MK, di media,” ujarnya.

“Kami juga mendesak Banwaslu Sumsel, untuk mengimbau semua tim pemenangan pasangan calon untuk bersaing secara sehat,”sambungnya.

Namun sayangnya dalam aksi ini, tidak ada satu pun anggota Banwaslu Sumsel yang menemui massa KUPB. Staf Banwaslu menyebut, semua anggota Banwaslu berada di luar kota.

“Semua anggota Bawaslu, berada di luar kota. Ada yang melakukan suvervisi di Musi Rawas, ada di Banyuasin,” kata Plt Kepala Sub Bagian (Kasubag) Divisi Pengawasan Bawaslu Sumsel, Purwadi,kemarin.

Purwadi juga mengatakan, semua persoalan yang disampaikan KUPB tersebut sebenarnya sudah ditindaklanjuti. Untuk iklan putusan MK, yang dipasang salah satu tim pemenang pasangan calon misalnya, Bawaslu sudah berkoordinasi dengan Dewan Pers, apakah pemasangan ikaln itu menyalahi aturan atau tidak. “Begitu juga selebaran dan spanduk, yang isinya diduga bentuk kampanye hitam, sudah kita tindaklanjuti. Karena kejadian itu ada di OKU, Panwaslu OKU sudah diperintahkan untuk menindaklanjutinya,” tukasnya.

Kampanye Terselubung

Sementara itu, kampanye terselubung kembali terjadi padahal Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel sudah menegaskan tidak ada kampanye dalam pemungutan suara ulang.

Informasi yang didapatkan Kabar Sumatera, salah seorang kandidat membagi-bagikan snack untuk berbuka puas di Masjid Al Hidayah, Palembang. Namun dalam kotak snack itu, berisikan stiker salah satu pasangan calon.

Ferry, salah satu pengurus Masjid Al Hidayah menyebut, sncak untuk berbuka puasa itu diantar oleh seseorang. “Snack itu diberikan oleh orang itu, kepada penjaga masjid. Katanya, itu bantuan untuk berbuka puasa. Jumlahnya ada sekitar 100 kotak snack, namun dalam kotak itu ada stiker pasangan Herman Deru-Maphilinda,” tukasnya.

 Teks   : Dicky Wahyudi

Editor  : Imron Supriyadi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster