BERBURU TAHTA, KEDUA ISL MEMANAS

 282 total views,  2 views today

tahta

Gumbs, Sergio Van Dik, Tantan

PALEMBANG | KS-Membahas tim mana yang keluar sebagai juara kompetisi Indonesia Super (ISL) 2012/2013 mungkin bukan lagi menjadi topik menarik yang harus diulas. Dilihat dari tabel klasemen, jawabannya jelas dan dapat ditebak yakni Persipura Jayapura.

Namun jika berbicara soal posisi runner up, maka ceritanya akan sedikit berbeda. Menempatkan empat tim dengan peluang sama besar, Arema Cronous, Persib Bandung, Sriwijaya FC (SFC) dan Mitra Kukar, sulit untuk menerka siapa tim yang paling berpeluang.

Sebagai informasi, Arema, Persib dan SFC berturut di peringkat dua, tiga dan empat saat ini sama-sama mengemas 56 poin. Sementara Mitra Kukar berada ditempat kelima dengan perolehan dua poin lebih sedikit.

“Empat tim punya kans sama besar. Jadi cukup sulit untuk menerka siapa yang paling berpeluang. Tinggal tergantung tim mana yang paling konsisten,” kata Asisten Manajer SFC, Muchendi Mahzareki.

Beberapa pekan lalu, kompetisi sempat hanya menempatkan tiga tim dengan peluang terbesar bakal finish di posisi runner up dibawah Mutiara Hitam sebagai juara. Adalah Arema, Persib dan SFC.

Akan tetapi ketiga tim tersebut kini sudah tak bisa lagi bersaing dengan nyaman. Pasalnya, selain ketiga tim itu, ada Mitra Kukar yang tiba-tiba merangsek sebagai pesaing serius untuk merebut tahta kedua.

Sempat dikesampingkan, kini Naga Mekes dapat menjadi ancaman terselubung tiga tim teratas. Dilihat dari perolehan poin dan jumlah laga yang dilakoni, Zulham Zamrun Cs dapat kapanpun mengangkangi ketiganya sekaligus untuk nangkring tepat di bawah Persipura.

Apalagi, pada Jum’at (2/8) besok, Mitra Kukar bakal melakoni pertandingan melawan Gresik United. Dengan status sebagai tuan rumah, cukup sulit menahan laju Mitra yang memiliki rekor apik selagi bermain di Stadion Aji Imbut. Sekaligus mengangkangi setidaknya dua tim. Dengan opsi, Arema yang menjalani pertandingan sehari sebelumnya mendapatkan poin atas Persisam.
“Mitra Kukar telah membuktikan diri jika tim lain lengah dan menyia-nyiakan peluang menambah pundi-pundi poin maka seketika mereka akan menyalip,” terang Muchendi.
Seperti layaknya yang diutarakan Endi (demikian Muchendi disapa), pelatih Laskar Wong Kito, Kas Hartadi mengungkapkan jika perburuan posisi runner up akan berlangsung ketat hingga kompetisi berakhir.
Dengan kemungkinan tim peringkat dua dapat mentas di kompetisi kelas dua Asia, AFC Cup, keempat tim bakal tampil habis-habisan, termasuk skuad besutannya yang berharap dapat menyapu bersih poin tersisa.
“Posisi SFC dalam bersaing memperebutkan posisi runner up bisa dibilang paling sulit. Namun bukan berarti kita akan menyerah karena kita merasa peluang tim lain tidak lebih baik,” ungkapnya.

“Disisa laga kita masih punya kesempatan bertemu langsung Mitra Kukar yang dapat kita manfaatkan untuk menjauh sekaligus memperbesar peluang,” sambung pelatih kelahiran 6 Desember 1970.

Mengacu pada jadwal pertandingan sisa dan tim-tim yang akan menjadi sandungan, Arema pantas dikedepankan. Dengan lawan yang relatif dapat diatasi, prediksi redaksi Kabar Sumatera Singo Edan tidak akan kesulitan dapat memetik poin demi poin.

Arema sedikit beruntung tidak lagi bertemu tim kuat seperti yang dilakukan Persib dengan menyambangi markas Persipura. Juga tidak bertemu langsung sesama tim pesaing layaknya SFC yang akan menjamu Mitra Kukar (24/8) mendatang.

“Jika dilihat dari sisa laga, sah-sah saja kita yang diunggulkan. Tapi dalam pandangan saya sebagai pelatih tidaklah demikian. Peluang keempat tim sama besar dan kita tidak boleh lengah dengan situasi,” tegas pelatih Arema, Rahmad Darmawan.

Teks : Saddam Maulana

Editor : Renaldi Syahril





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster