Terkait 1 Tahun Penembakan Angga, Warga OI Ngadu ke Dewan

 280 total views,  2 views today

angga

PALEMBANG, KS-Masih ingat dengan tewasnya, Angga, warga Desa Limbang Jaya, Kabupaten Ogan Ilir (OI) yang tewas satu tahun yang lalu karena tertembus timah panas milik anggota Brimob Polda Sumsel yang berpatroli di desa itu ?

Kini satu tahun paska kasus itu, pelanggaran hak azazi manusia (HAM) berat ini terkatung-katung.  Sampai saat ini, tak jelas siapa pelaku penembakan dan tindakan hukum yang diberikan.

Karenanya, tim advokasi pencari fakta (Tahta) yang menjadi kuasa hukum keluarga almarhum Angga dan masyarakat Desa Limbang Jaya yang menjadi korban penembakan, mempertanyakan penegakan hukum terhadap kasus tersebut.

Mereka pun, Rabu (30/7) mendatangi DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) untuk meminta bantuan dewan agar mendesak pihak Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel segera mengusut tuntas persoalan tersebut.

“Berulang kali keluarga almarhum Angga dan korban penembakan di Desa Limbang Jaya, mempertanyakan penegakan hukum terhadap kasus ini kepada kami. Karenanya kami meminta bantuan dewan, agar bisa mendesak Polda mengusut kasus ini,” kata Koordinator Tahta, Mualimin, kemarin.

Ia menyebut, kasus ini sebenarnya sudah dilaporkan oleh mereka ke Polda Sumsel pada 7 September 2012 lalu dengan bukti lapor :STPL/596-K/IX/2012.SPKT Polda Sumsel.

Namun sejak dilaporkan menurut Mualimin, baru dua kali penyidik Polda Sumsel memanggil saksi. Setelah itu, kasusnya tidak jelas statusnya apakah dihentikan penyidikannya atau terus dilanjutkan. Kalau pun dilanjutkan sebut Mualimin,  kenapa tidak ada perkembangan hasil penyidikan. Kalau pun tidak dilanjutkan, surat penghentian penyidikan perkara (SP3) sampai saat ini belum dikeluarkan.

“Ada kesan kasus ini digantung, padahal ini sangat penting bagi masyarakat Desa Limbang Jaya. Masyarakat yang menjadi korban penembakan itu, hanya berharap ada keadilan bagi mereka,” ucapnya.

Kalaupun penyidik kesulitan mencari alat bukti, masyarakat Desa Limbang Jaya kata Mualimin, sudah siap membantu penyidik. Mereka sebutnya, memiliki beberapa petunjuk yang bisa dijadikan alat bukti. “Namun itu, tidak pernah diminta penyidik,”ujarnya.

Sementara itu anggota DPRD Sumsel dari daerah pemilihan (dapil) Ogan Komering Ilir  (OKI) dan OI, Rusdi Tahar berharap kasus tersebut bisa segera diusut tuntas oleh Polda Sumsel.  “Perlu ada kepastian hukum, bagi para korban. Mereka butuh keadilan, jangan biarkan persoalan ini digantung,” tukasnya.

Teks    : Dicky Wahyudi
Editor  : Imron Supriyadi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster