Polres Banyuasin Gagalkan Aksi Penodongan

 175 total views,  2 views today

Polres-gagalkan

Kedua orang tersebut sudah menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO), itu yakni Suparman Bin Muhtar (25), warga Desa Sedang, Kecamatan Soak Tapeh dan Andri bin Rusmadi, warga Galang Tinggi | Diding KS

BANYUASIN/KS-Polres Banyuasin berhasil menggagalkan aksi perampokan yang dilakukan dua kawanan perampok sadis saat melancarkan aksinya  di Kelurahan Pangkalan Balai, Kecamatan Banyasin III, tepatnya di Pom Bensin Kelurahan Pangkalan Balai KM 44, Selasa (30/7), sekitar pukul 16.30 WIB.

Kedua orang tersebut sudah menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO), itu yakni Suparman Bin Muhtar (25), warga Desa Sedang, Kecamatan Soak Tapeh dan Andri bin Rusmadi, warga Galang Tinggi,  Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin, akhirnya dapat ditangkap.

Kapolres Banyuasin AKBP A Iksan SIK saat diwawancarai, Selasa (30/7) di ruangkan kerjanya mengatakan, penangkapan terhadap kedua pelaku tersebut setelah mendapat informasi dari warga jika keduanya keluar dan akan melakukan aksi penodongan.

“Kita langsung terjun dan mengintai kedua pelaku yang diotaki oleh Suparman. Saat  di SPBU Pangkalan Balai mereka belok dan berhenti.  Saat masih diatas motor kita lakukan penyergapan, dan kedapatan salah seorang diantaranya Andri membawa senjata api rakitan dan pisau Badik, yang sempat dibuang ke parit, ” ujarnya.

Ia menambahkan, setelah diamanakan, keduanya sempat memberikan perlawanan. Berkat kesigapan petugas, keduannya dapat dilumpuhkan dan digiring ke Polres Banyuasin.

“Aksi mereka ini adalah terkenal sadis dengan tak segan- segan melukai korbannya dengan senjata tajam bahkan senpi. Modusnya mereka membuntuti korbanya kemudian menghentikan ditengah jalan,” tuturnya

Sementara tersengka Suparman dan Andri saat dimintai keterangan di Polres Banyuasin, mengatakan, dirinya mengaku hanya satu kali melakukan penodongan dengan menggunakan senpi rakitan mainan dan pisau badik.

“Aku baru sekali pak nodong, karena untuk makan anak istri. Hasil Rp 3,5 juta kami bagi berdua, dan  aku mau nodong lagi di Pangkalan Balai,” ujarnya.

masing-masing bernama Suparman Bin Muhtar (25) warga Desa Sedang Kecamatan Soak Tapeh dan Andri bin Rusmadi , warga Galang Tinggi  Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin hendak menodong di Kelurahan Pangkalan Balai kecamatan Banyuasin III.

“Kedua orang tersebut merupakan DPO dan otakny adalah Suparman, selanjutnya dari informasi masyarakat kedua orang tersebut hendak menodong. Pada saat mereka keluar menggunakan motor Merek Yamaha Jupiter yang tidak bernopol yang diakui miliknya, persis di Pom Bensin Pangkalan Balai mereka belok dan berhenti di pom bensin, saat masih diatas motor kita lakukan penyergapan, dan kedapatan salah seorang diantaranya Andri

membawa Senpi rakitan dan pisau Badig, yang sempat dibuang ke parit dan segera diamankan,” ujarnya.

Setelah mereka diamanakan mereka sempat memberikan perlawanan keduanya diborgol lalu diamankan di Polres Banyuasin

Aksi mereka ini adalah terkenal sadis dengan tak segan- segan melukai si korban dengan senjata tajam bahkan senpi. modusnya mereka membuntuti korbanya kemudian menghentikan ditengah jalan.

Suparman mengatakan, yang memegang senpi mainan adalah Andi dan pisau badig juga Andi sedangkan pengakuan Andri senpi itu hanya untuk menakut-nakuti korban sedangkan pisau badik tersebut untuk berjaga diri.

“Kami masih akan melakukan pengembangan karena menurut saksi para korban yang sebelumnya pernah di rampok di wilayah Banyuasin mereka itu berkomplot alias tidak sendirian. “Kata warga yang menjadi korban mereka ini sering berempat dan kali ini mereka kedapatan ber dua dengan tujuan akan merampok di Kelurahan Pangkalan Balai,” ujarnya.

Sementara tersengka Suparman dan Andri saat dimintai keterangan di Polres Banyuasin, mengatakan, sudah 1 kali melakukan penodongan dengan menggunakan Senpi rakitan mainan dan pisau badig bersam rekannya Andri. Yang pernah menodong

di Desa Sedang yakni motor Revo Vit mengambil paksa dikebun karet.

“Aku baru sekali nian pak nodong minggu kemarin karena nak makan anak bini, hasil Rp 3,5 juta kami bagi berdua, dan  aku nak nodong lagi di

Pangkalan Balai,” ujarnya.

“Aku la insyaf nian pak idak akan nodong lagi, motor hasil menodong aku makan anak bini,” kilahnya. 2 buah unit motor yang digunakan kedua tersangka sudah diamankan di Mapolres Banyuasin

Teks : Diding Karnadi

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster