Mantan Direksi Bank Sumsel Balbel Diduga Tilep Uang 16 Milar

 305 total views,  2 views today

bank-sumsel

PALEMBANG, KS – Diduga tilep uang nasabah karyawan PT. Istana Kenten  Indah (Ik), mantan Direksi PT Bank Sumsel yang beralamat di Jalan Gubenur Hasan Ahmad Bastari, dilaporkan Gubenur Bank Indonesia.

Selain mantan direksi, ada juga karyawan yang dilaporkan tersebut.  Nama-nama yang dilaporkan Gubernur BI yakni Herman Zulkifli (58), mantan direksi bank sumsel, Yuniar Angraini (43), pegawai kantor pusat Bank Sumsel, serta Boydi (Direksi Cab.KCU Kapten A Rivai Palembang) dan Jhon (Wakil Direksi Cabang KCU Kapten A Rivai).

Keempat orang yang masih berstatus sebagai karyawan Bank Sumsel Babel ini dilaporkan oleh Gubenur Bank Indonesia (BI), melalui deputi Gubenur BI Palembang Syarifudin Bassara (54).

Keempatnya diduga dengan telah sengaja melakuan pemutusan kredit dengan sejumlah uang kepada 50 debitur perorang, yang kesemuanya adalah karaywan PT Istana Kenten  Indah, yang telah merugikan Bank Sumsel belasan milayar.

Sebelumnya, pelaku atas nama Zulkifly yang merupakan karyawan Bank Sumsel Balbel yang menjabat sebagai direksi dan tiga orang pelaku lainnnya telah melakukan pelanggaran undang-undang perbakan, No 7, tahun 1992.

Dimana para pelaku dengan sengaja melakuan pemutusan kredit dengan sejumlah uang kepada 50 debitur perorangan.

Hal tersebut terungkap dari pemeriksaan umum (audit -red) yang dilakukan oleh Bank BI palembang. Dari hasil audit tersebut maka diketahuilah, bahwa keempat orang tersebut telah melakukan kejahatan perbankan.

Mendapatkan temuan yang yang tidak sesuai Gubenur BI, melalui duputi BI Palembang melaporkan keempat orang itu, dengan data terlampir ditempat kejadian perkara dan sejumlah bukti ke Mapolda Sumsel.

Akibat ulah empat karyawan Bank Sumsel Balbel tersebut, pihak Bank menderita kerugian sebanyak Rp 15.989.502.000.

Sementara itu saat dikonfirmasi ke Bank BI Palembang, Kepala Deputi BI Palembang Syarifudin Bassara tidak dapat ditemui, wartawan yang hendak mengklarifikasi hanya diterima oleh skretaris Syarifudin.

“Bapak tidak bisa bertemu karena ada urusan mendadak mau berangkat ke Jakarta, kalau tentang laporan bapak ke Polda saya juga kurang tahu,” katanya.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Djarot Padakova saat dikonfirmasi, membenarkan kalau laporan tersebut sudah diterima. “Berdasarkan laporan tersebut, keterangan korban sudah dimintai dan selanjutkan akan diselidikan dan akan ditindak,” tandasnya.

Teks : Oscar Ryzal

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster