Tanah Diserobot, Warga OKI Lapor Polda

 312 total views,  2 views today

PALEMBANG, KS – Tak  mau tanah miliknya diserobot tanpa hak,  Idrus (58), warga Jalan M Zurbi Bustam, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami Palembang ini melaporkan Andi (35), warga Desa Pedu Kecamatan Jejawi, Kabupaten OKI ke Mapolda Sumsel.

Saat ditemui di Mapolda Sumsel, Senin (29/7)  Idrus mengatakan kejahatan dilakukan terlapor 26 Nopember 2012 sekitar pukul 14.00 WIB di areal tanah miliknya di Desa Pedu, Kecamatan Jejawi, Kabupaten OKI.

“Luas tanah itu keseluruhan delapan hektar yang didapat dari warisan orangtua atas nama Mahmud bin Abdullah dibuktikan dengan surat keterangan kepemilikan Tahun 1939. Waktu datang kemarin itu tanah seluas satu hektar dari delapan hektar total tanah yang ada sudah diserobot terlapor,” ujar Muhammad Idrus.

Upaya penyerobotan dilakukan terlapor dengan memasang patok terbuat dari kayu yang ditancapkan ke dalam tanah dan merusak patok yang telah lebih dahulu dipasang pelapor menggunakan cor semen.

Pelapor pun mengaku tidak mengetahui alas hak kepemilikan tanah dimiliki terlapor karena sejak Tahun  1939 tanah sudah milik orangtuanya. “Heran juga dari mana ada kepemilikan tanah miliknya, kalau terus dibiarkan saya dirugikan Rp500 juta dari total luas tanah sudah dikuasai terlapor saat ini,”  kata Idrus.

Dia pun berharap agar polisi dapat segera  menyelesaikan persoalan agar tidak terjadi keributan yang berujung bentrok.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Djarot Padakova membenarkan sudah menerima laporan Muhamad Idrus warga Jalan M Zurbi Bustam, Lorong Mufakat III, Kelurahan Sukajaya, Keacamatan Sukarami Palembang yang melaporkan Gunadi warga Desa Pedu Kecamatan Jejawi, Kabupaten OKI dengan dugaan kejahatan penyerobotan tanah miliknya.

“Masih dalam proses pemeriksaan, sudah diterima laporan dari SPKT juga akan segera ditindaklanjuti sesuai modus tindak kejahatan dilakukan melakukan penyerobotan tanah. Jika terbukti melakukan tindak kejahatan yang salah sudah pasti harus dihukum sesuai kesalahan yang diperbuatan menyerobot tanah yang bukan haknya dan diancam pasal 385 jo pasal 406 Kitab Undang-undang Hukum Pidana,” kata Djarot.

Teks : Oscar Ryzal

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster