Keppres ISG Sudah Diteken Presiden

 202 total views,  4 views today

isgPALEMBANG, KS-Status Sumsel sebagai tuan rumah Islamic Solidarity Games (ISG) 2013 akhirnya sah secara hukum. Itu terjadi setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY),  menandatangani Keputusan Presiden (Keppres).

Kepala Biro Humas dan Protokuler Pemerintah Provinsi (pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel), Irene Camelyn Sinaga ketika di konfirmasi, membenarkan hal itu.

“Ya, kepres penunjukan Sumsel sebagai tuan rumah ISG sudah ditandatangani oleh Presiden SBY, kemarin. Dengan begitu, Sumsel sudah resmi menjadi tuan rumah sehingga semua persiapan bisa dilakukan secara maksimal,” kata Irene, Senin (29/7).

Irene menyebut, dengan adanya payung hukum tersebut maka pemprov semakin yakin kalau pelaksanaan ISG pada 22 September-3 Oktober mendatang di Sumsel bisa berjalan sukses.

Sementara itu Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Roy Suryo meminta agar semua pihak setelah keluarnya Kepres ISG itu, bekerja ekstra keras untuk mendapatkan kesuksesan di even yang akan diikuti 25 negara-negara berpenduduk muslim di dunia itu.

“Sebagai tuan rumah, Indonesia harus mengupayakan agar even tersebut berjalan dengan sukses. Baik sukses secara prestasi maupun penyelenggaraan. Atlet juga harus berlatih maksimal,” terang Roy Suryo di Jakarta, Senin (29/7), seperti dalam relese yang diterima Kabar Sumatera.

Menteri asal Partai Demokrat tersebut menambahkan, panitia lokal Palembang dan pusat harus menjalin koordinasi yang baik. Sebab, dengan keputusan tersebut, maka panpel local juga berubah. Apalagi, Indonesia hanya memiliki waktu dua bulan lagi.

“Sukses secara penyelenggaraan hanya bisa diraih kalau panpel lokal dan pusat berkoordinasi dengan baik. Mereka harus solid. Atlet-atlet yang dipromosikan ke ISG juga harus latihan lebih dahsyat lagi. Supaya prestasi Indonesia lebih meningkat dibandingkan edisi sebelumnya,” tegas pakar telematika ini.

Sebelumnya Gubernur Sumsel, Alex Noerdin menyebut akan memaksimalkan menggarap dana dari pihak ketiga untuk pelaksanaan ISG 2013. Sebab dana dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), belum mencukupi untuk pelaksanaan pesta olahraga negara-negara Islam tersebut.

“ISG memang membutuhkan dana cukup besar, dan dana dari APBN terbatas, jadinya kita akan menggarap dana dari pihak ketiga, dana dari sponsor,” kata Alex.

Ia membenarkan selama ini, untuk perawatan Jakabaring Sport City (JSC), yang menjadi pusat pelaksanaan ISG, menggunakan dana anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Sumsel. “Memang sudah dianggarkan untuk maintenance dan perawatan Jakabaring dari dana APBD,” ungkapnya.

Disisi lain, terkait pencairan dana dari APBN, kata Alex, semuanya diserahkan kepada Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Pemprov Sumsel, selaku pihak penyelenggara hanya menerima. “Itu (dana APBN) diurus oleh Kemenpora, kita tinggal terima saja,” tukasnya.

Teks    : Dicky Wahyudi

Editor : Imron Supriyadi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster