Kas Hartadi :Jangan Ada Lagi Kecurangan

 212 total views,  2 views today

Kas-Hartadi

Kas Hartadi | Bagus KS

PALEMBANG | KS-Kendali wasit pada sebuah pertandingan sepakbola bersifat mutlak. Apapun keputusan yang dikeluarkan bersifat sah dan tak tak boleh diganggu gugat saat laga masih berjalan. Sekalipun keputusan yang dilakukakan cukup kontroversi atau bahkan tak memberikan keputusan tepat atas kesalahan pemain.

Salah satunya terjadi saat pertandingan antara Persija Jakarta melawan Sriwijaya FC (SFC) (27/7) lalu. Pada partai yang dimenangi Persija 1-0 tersebut, salah satu sosok yang masih belum bisa menghilangkan rasa kekesalan terhadap ulah wasit Prasetyo yang menjadi pengadil adalah nakhoda Laskar Wong Kito, Kas Hartadi.

Meski untuk yang satu ini dia sudah tak mau lagi membahas panjang lebar. Menurut Kas, saat ini dirinya hanya bisa berharap semua wasit yang akan memimpin pertandingan disemua partai sisa harus benar-benar menjalankan tugas dengan fair.

“Mungkin saat ini baik kami (SFC-red) maupun Persib Bandung, tengah dihadapkan pada kerugian atas ulah wasit. Tapi mau tak mau kami harus segera meninggalkan masalah ini jangan sampai berlarut-larut. Saya berharap sebaiknya jangan sampai banyak pihak menaruh kecurigaan atas kerja wasit di tanah air ini (jika kinerjanya baik),” jelasnya.
Setelah melakoni laga terakhir, SFC akan menyelesaikan kompetisi musim 2013 ini dengan memainkan empat pertandingan lagi. Dua laga terdekat dimainkan di kandang, Mitra kukar (24/8) dan Persisam Samarinda (29/8). Sementara dua lainnya akan digelar di kandang lawan, Persiba Balikpapan (3/9) dan Barito Putra (7/9).

“Dari empat pertandingan ini, saya sangat berharap tidak terjadi lagi keputusan yang dibuat wasit yang bisa merugikan salah satu tim. Kalau bisa jangan sampai pertadingan Indonesia Super League (ISL) ini ternoda kepemimpinan seorang wasit,” sambungnya.

Ditanya mengenai statement yang sempat dia lontarkan berupa ucapan ingin membubarkan ISL, mantan Asisten pelatih SFC era kepelatihan Ivan Venkov Kolev menampik dan menyatakan bahwa dia tak pernah mengeluarkan ucapan seperti itu.

“Bukan itu maksud saya (bubarkan ISL), emang kapasitas saya apa dan saya ini siapa, bisa membubarkan kompetisi. Saya memang agak trauma dengan keputusan wasit yang sering membuat noda pada satu pertandingan. Apalagi tim yang merasa di nodai ini juga bermain baik dan selalu memberikan tekanan, bahkan bisa saja keluar sebagai pemenang,” ujarnya.

Berkaca dari yang sudah-sudah, pria asal solo berharap akan ada perubahan terhadap kinerja wasit pada tiap-tiap pertandingan. Karena bukan hanya SFC yang mengharapkan demikian, tapi seluruh tim juga pasti menginginkan hal yang sama.

“Apalagi musim depan kompetisi sudah mulai bersatu lagi. Jadi alangkah baiknya wasit dapat memberikan rasa percaya pada seluruh tim, bahwa mereka dapat memimpin dilapangan secara bijak dan adil,” tandasnya pelatih berusia 42 tahun.

Tak hanya Kas Hartadi, Asisten Manajer SFC, Muchendi Mahzareki yang menyaksikan secara langsung kecurangan wasit sampai-sampai sudah tak tahu lagi harus mengatakan apa.

“Saya rasa untuk saat ini dan kedepan, semua pihak pasti mengharapkan kompetisi ISL ini betul-betul berjalan profesional. Bukan malah memunculkan keuntungan bagi satu tim atau merugikan tim-tim lain. Agar hasil kompetisinya juga bisa lebih baik lagi, secara moral dan permainan,” tuturnya.

TEKS: SADAM MAULANA

EDITOR:RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster