Bahaya Gunakan Ponsel Waktu Berkendara

 282 total views,  2 views today

OLEH SARONO P SASMITO

SAAT dan hari-hari berikutnya  belasan atau bisa jadi puluhan juta orang akan mudik Lebaran hingga 8-9 Agustus atau 1-2 Syawal 1434 Hijrah mendatang. Banyak di antara mereka mudik bermobil atau bersepeda motor. Suasana itu tentu saja membuat jalan raya menjadi padat dan penuh dengan hiruk pikuk. Intentisitas lalu lalang kendaraan rodak dua dan roda empat akan semakin rapat. Tak mengherankan kalau terkait dengan prosesi akbar itu Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, mengimbau masyarakat tidak menyetir kendaraannya sambil bertelefon genggam-ria. Sebuah fakta yang sering kita lihat dan temui di lapangan. Sebab mempergunakan hp saat menyetir  berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Kenapa hal tersebut bias terjadi? Logikanya mudah, menyetir kendaraan memerlukan konsentrasi tinggi yang tidak boleh dipecah untuk keperluan lain. Oleh karena itu ketika perhatian terbagi bisa saja kejadian yang tidak kita inginkan bisa mengancam di depan mata dan dalam tempo yang tidak terduga sama sekali.

Kita mengharapkan semua pihak dapat  terus menyosialisasikan hal ini kepada masyarakat. Sebab banyak di antara warga masyarakat yang belum menyadari hal ini. Sehingga tanpa beban mereka mempergunakan ponsel saat berkendara semau-maunya. Jika masyarakat mengindahkan kan peringatan seperti itu maka  penggunaan telepon saat mengemudikan kendaraan bisa ditekan. Apalagi hal itu telah dilarang atas dasar nama  Undang Undang  Lalu Lintas dan Jalan Raya serta Undang Undang  Telekomunikasi. Sosialisasi ini tidak hanya karena menjelang lebaran ini saja, tetapi seterusnya pasca lebaran agar kejadian tragis kecelakaan lalu lintas bias diminimalisasikan.

Kalau Kementerian  Informasi dan Komunikasi  terus memantau tingkat kecelakaan karena penggunaan perangkat telekomunikasi saat mengemudikan kendaraan. Yang pada kenyataannya hal  tersebut menjadi  salah satu kontributor penyebab kecelakaan tertinggi.Perilaku berkendara masyarakat Indonesia dinilai cukup mengerikan dan membahayakan keselamatan jiwa pengendara dan orang lain. Saling rebut jalur, menerobos lampu merah, melawan arus secara sengaja, naik ke trotoar, tidak mau mengalah, dan lain sebagainya. Kondisi seperti itu bukan hanya terjadi di  Jakarta, walau cukup sering diberitakan pengemudi kendaraan tewas tertabrak bustransjakarta di jalur bus (busway), namun orang tetap nekad menerobos jalur khusus itu. Bustransjakarta memang disediakan jalur sendiri di kanan jalan dan kendaraan lain tidak boleh masuk ke jalur khusus transjakarta itu. Kondisi tidak disiplin berlalu lintas tersebuh juga kita rasakan di Palembang dan Sumatera Selatan ini. Berdasarkan pada kenyataan tingkat kecelakaan lalu lintas saat mudik lebaran masih cukup tinggi, maka kita mengharapkan musim mudik Lebaran 2013 ini dapat lebih disiplin lagi. Dengan demikian kecelakaan lalu lintas yang membuat banyak korban jiwa dapat kita hindarkan. Moga demikian.





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster