161 K1 Tolak Masuk K 2

28 total views, 6 views today

HL-andalas

Sebanyak 161 tenaga honorer yang masuk dalam Kategori satu (K1), menolak masuk Kategori dua (K2) | Joen KS

INDRALAYA,KS-Sebanyak 161 tenaga honorer yang masuk dalam Kategori satu (K1), menolak masuk Kategori dua (K2), jika sampai saat ini belum ada kejelasan terkait pengankatan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Hal tersebut terungkap pada pertemuan yang dilaksanakandi Gedung Serba Guna Caram Seguguk, antara 161 orang katagori satu dengan pihak pemerintah kabupaten OI yang dihadiri Sekda, para asisten, Pihak BKD, dan dinas pendidikan, Senin (29/7) kemarin.

Ketua Forum Katagori Satu (K1), Teguh mengatakan, bersama teman-temannya tidak akan berhenti dan akan terus berjuang untuk diangkat menjadi PNS.

“Kami tidak akan mau untuk bergabung dengan Katagori Dua (K2), dan menuntut segera dikeluarkan Nomor Induk Pegawai (NIP). Jangan dulu proses K2 kalau K1 belum selesai,” ujarnya.

Teguh yang saat ini berstatus sebagai tenaga honorer di SD 6 Pemulutan Selatan mengaku kecewa. “Kami mewakili kawa-kawan kecewa. Kapan bisa diangkat jadi PNS,” ucapnya.

Hal senada juga dikatakan Ciktiha (40),  warga desa  Suka Cinta kecamatan Muara Kuang yang mengaku menjadi guru honor didesanya sejak tahun 1998. Dirinya menaruh harapan besar menjadi PNS lewat  K1.

“Aku sangat berharap menjadi PNS lewat katagori satu, sementara kalau dimasukkan ke katagori dua belum pasti menjadi PNS, untuk itu kami tidak mau dimasukkan ke katagori dua,” harap Ciktiha.

Sementara itu, Sekda OI, H Sobli mengatakan, upaya penggabungan K1 ke K2 bukan menghambat para tenaga honorer K1 untuk menjadi PNS, tetapi untuk penyelamatan jika berkas K1 tidak di terima BKN Pusat.

“Ya, kita ini untuk menjaga-jaga, kalau secara kelengkapan berkas tidak memenuhi syarat otomatis kan gugur, makanya untuk penyelamatan kita gabungkan ke K2. Ini bukan untuk menghambat tetapi untuk memperjuangkan. Pemkab merasakan apa yang dirasakan K1, dari awal hingga ke BKN Pusat kita kawal terus,” tuturnya.

Untuk itu, lanjut Sekda, pihaknya berharap agar selutruh honorer yang tergabung dalam K1 tetap bersabar hingga benar-benar ada keputusan yang pasti dari Menpan dan BKN Pusat.

“Saya minta bersabar, kita semua sedang mengurus dan terus menanyakan hal itu ke BKN Pusat. Sekali lagi, kita dalam hal ini Pemkab OI tidak ada niat sedikit pun untuk menghambat menjadi PNS,” ujarnya.

Sementara itu, Kepada BKD OI, Darjis menambahkan, terkait adanya tenaga K1 yang sudah memiliki NIP, pihaknya menyatakan K1 yang memperoleh NIP namun tidak bisa digunakan.

“Kalau tenaga fungsional belum ada yang diangkat. Yang dapat NIP empat orang itu kita batalkan. Kita akan terus berusaha memperjuangkan para K1 untuk diangkat menjadi PNS. Untuk itu, kita minta tetap bersabar,” singkatnya.

Pantauan dilapangan, sebelum melakukan dialog di gedung serbaguna, para K1 terlebih dahulu mendatangi kantor BKD OI, untuk menyampaikan aspirasi tersebut.

Teks : Junaedi Abdillah

Editor : Sarono P Sasmito





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com