Transaksi Uang Pecahan Turun

 171 total views,  2 views today

PALEMBANG KS-Jelang Hari Raya Idul Fitri 1434 Hijriah, Bank Indonesia (BI) wilayah VII Palembang merilis terjadi penurunan penukaran uang pecahan rata-rata Rp 1,7 miliar per hari. Angka ini menurun dibanding ramadhan 2012 sebanyak 2 miliar setiap harinya.

Dadan M Sadrah, Kepala Tim Sistem Pembayaran Bank Indonesia Wilayah VII Palembang kepada Harian Umum Kabar Sumatera menyampaikan, trend penukaran uang pecahan selama ramadhan 2013 mengalami penurunan. Hal ini disebabkan BI telah menjali kerja sama dengan perbankan khususnya jelang Idul Fitri.

“Layanan penukaran uang receh ini untuk mengurangi antrian panjang. Ya, entah apa penyebabnya, yang jelas kami melakukan sosialisasi penukaran bisa dilakukan bank umum bahkan BPR yang ada di Sumsel,” Dadan menjelaskan.

Kata Dadan, pihaknya bahkan telah menyiapkan uang tunai sebesar Rp 4,3 triliun yang siap  untuk ditukarkan jelang lebaran 2013 ini. Namun begitu, kerja sama dengan perbankan ini bukanlah kali pertama yang di lakukan BI Palembang. Melainkan  memasuki tahun kedua. Sebelumnya BI menjalin kerja sama dengan 12 industri perbankan di Sumsel dan sekarang ditingkatkan bersama 42 bank yang ada di Sumsel.

“Langkah BI menggandeng bank gunanya untuk membuat efisiensi dan efektivitas pelayanan bagi masyarakat.  Sehingga BI meniadakan layanan kas keliling yang biasa diterapkan otoritas jelang hari raya Idul Fitri,” cetus Dadan.

Sementara itu Dyakuf Alfaridzi, praktisi ekonomi dari Universitas Baturaja (Unbara) yang di hubungi via telpon menyebutkan, kerja sama  yang di lakukan BI itu sangatlah tepat. Apalagi  kerja sama dengan perbankan juga bertujuan melayani masyarakat yang tinggal di pelosok  perdesaan yang jauh dari akses keramaian.

“Dengan begitu kan,  masyarakat sudah bisa menukar uang  di kantor cabang bank terdekat dan BPR yang ada. Selama ini  mereka pun kesulitan mengakses layanan penukaran di Kantor BI. Lagi pula saya pikir hal ini jauh lebih efisien ketimbang mengerahkan SDM untuk  melakukan layanan kas keliling,” ungkapnya.

Prediksi Dyajuf, turunnya penukaran mata uang kecil ini merupakan dampak  dari meningkatnya kebutuhan, sandang, pangan, dan papan di kalangan masyarakat umum.

“Bisa saja begitu. Ini sekaligus menandakan masyarakat kita mengalami kesulitan dalam arti sempit,” bebernya.

TEKS:JEMMY SAPUTERA

EDITOR:RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster