Panwaslu : Jangan Pasang Spanduk Di Fasum

 226 total views,  4 views today

panwasluBANYUASIN/KS-Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Banyuasin mengimbau kepada para calon legislatif (caleg), untuk tidak memasang baleho dan sepanduk ditempat pasilitas umum.

Hal tersebut dilontarkan anggota Panwaslu Kabupaten Banyuasin, Iswandi menanggapi maraknya spanduk dan baleho caleg, DPRD di wilayah Banyuasin yang dipasang di area masjid dan tempat pendidikan.

”Masang spanduk dan baleho boleh saja untuk saat ini, namun jangan saja memasang di area masjid dan lokasi pendidikan. Itu merupakan aset yang tidak diperbolehkan memasang segala atribut seperti pilkada beberapa waktu yang lalu,” ujarnya, kemarin.

Oleh karena itu, sambung Iswandi, pihaknya meminta kepada instansi yang terkait untuk menertibkan spanduk dan baleho yang dipasang ditempat seperti itu.

”Kepada instansi yang terkait untuk menertibkan spanduk dan baleho tersebut, karena ditempat tersebut bukan untuk kampanye atau sosialisasi melainkan tempat ibadah dan pendidikan bagi siswa,” ungkapnya.

Memang saat ini pihaknya belum mendapatkan instruksi dari Banwaslu pusat mengenai spanduk dan baleho tersebut, apakah ditertibkan atau tidak.

”Kita belum dapatkan instruksi dari Banwaslu, yang pasti kalau dapat instruksi tersebut akan kita tindaklanjuti,” tukasnya.

Sementara itu, anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), Banyuasin, Irma Cristiani mengatakan untuk saat ini sah-sah saja caleg memasang spanduk dan baleho tersebut, dan itu merupakan sosialisasi caleg untuk memperkenalkan dirinya kepada masyarakat.

Terpisah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP),  Kabupaten Banyuasin, Adriansyah mengatakan, pihaknya tidak menghalangi pemasangan spanduk dan baleho, namun jangan sampai melanggar aturan saja.

Ketika ditanya, lokasi mana saja yang tidak diperbolehkan masang spanduk dan baleho, Ardiansyah mengungkapkan yaitu jalan sepanjang jalan lingkar seterio sampai air kuning (pintu masuk gerbang sampai pintu keluar gerbang pemkab Banyuasin). ”Selain tempat itu boleh saja masang spanduk dan baleho,” imbuhnya.

Sri menambahkan, pihaknya sudah memiliki peraturan daerah soal pemasangan baleho dan spanduk tersebut, yaitu perda nomor 10 tahun 2009 tentang ketertiban umum dan ketentraman pasal 19 ayat 4, yang menyatakan kepada orang atau badan dan sebagainya dalam rangka menjaga keindahan, keamanan dan ketertiban umum dilarang memasang baleho, spanduk dan iklan dilingkungan perkantoran di jalan lingkar.

Teks : Diding Karnadi

Editor : Junaedi Abdillah

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster