Bupati PALI : Kita Akan Serius Bangun Jalan

 302 total views,  2 views today

bupati-pali

Bupati Pali Heri Amalindo

PALI | KS-Selama puluhan tahun, 2700  warga Desa Benakat Minyak, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI akrab dengan lumpur dan debu. Ironis, padahal jarak dari kota kecamatan ke desa setempat hanya berjarak 18 Km.

Untuk menjangkau desa tersebut saja, warga harus melalui jalan tanah yang berlumpur disaat hujan dan berdebu dikala kemarau. Statusnya sebagai jalan penghalang untuk membangun jalan akses tersebut.

Hal ini mendapat sorotan serius Penjabat Bupati PALI, Ir. H. Heri Amalindo MM, saat melakukan melakukan kunjungan safari ramadhan ke desa tersebut, Kamis (25/7) lalu.

“Yang seperti ini membuat kami sedih, padahal daerah ini penghasil minyak. Disepanjang jalan berjejer sumur minyak,” ujarnya saat tiba dikediaman Kades Toni.

Pantauan wartawan, disepanjang jalan menuju desa itu memang ditemui beberapa sumur minyak yang masih aktif. Hal ini ditandai dengan pompa angguk yang tetap beroperasi menyedot minyak milik PT Pertamina melalui PT Benakat Barat Petroleum.

Daerah Benakat Minyak dan sekitarnya memang dikenal sebagai daerah penghasil minyak sejak lama. Menurut Heri, pengeboran minyak disini sudah dimulai sejak tahun 1931, oleh penjajah Belanda.

Sumanto, Ketua BPD, pada acara yang digelar di Masjid Jami’ At Taqwa tersebut, Benakat Minyak itu, juga menyampaikannya secara langsung kepada Bupati Pali.

Dihadapan ratusan jemaah, Sumanto mengharapkan Heri Amalindo dapat membawa PALI sejajar dengan kabupaten/kota di Indonesia. Terutama soal jalan, agar dapat dipermulus sehingga dapat menghidupkan roda perekonomian masyarakat.

Heri sendiri dalam sambutannya kembali menegaskan keseriusannya untuk mengatasi masalah jalan menuju tiga desa itu. Selain Benakat Minyak, jalan itu juga digunakan masyarakat desa Sungai Baung dan Desa Semangus. Bahkan masyarakat dari Kabupaten Musi Rawas pun menggunakan jalan itu untuk berbelanja ke Talang Ubi. Setiap hari angkutan umum asal Musi Rawas melalui jalan tersebut.

“Tadi saya tanya sama pak kades, kenapa jalannya tidak dibangun? Menurut pak Kades, jalan ini milik perusahaan dan kata pemerintah tidak bisa dibangun.” ujar Heri menirukan perbincangannya dengan Kades Toni Martono.

“Sebenarnya simpel saja, tanahnya milik NKRI, perusahaan juga milik NKRI, masyarakat disini pun milik NKRI. Jadi tidak ada alasan lagi untuk tidak dibangun.  Insya Allah, begitu kita punya anggaran, jalan ini akan kita bangun bersama perusahaan. Akan kita tanya, perusahaan mampunya berapa kilometer? Nanti sisanya Pemkab yang bangun,” tuturnya disambut tepuk tangan.

Heri juga menambahkan, meskipun tidak bisa dibangun dalam waktu setahun bisa dicicil dalam tiga tahun. Bilamana setahunnya dibangun 6km, kalau tiga tahun jalan menuju Benakat Minyak sudah mulus semua karena jarak Talang Ubi – Benakat Minyak hanya 18Km.

Namun demikian, harap Heri, pihak warga pun agar dapat menjadikan jalan sebagai sarana transportasi bukan ajang kebut-kebutan. “Jangan seperti kami di Muba dulu. Begitu jalan mulus, angka kecelakaan menjadi tinggi karena banyak anak muda kebut-kebutan. Kami minta kepada orang tua agar dapat mengarahkan anak-anak muda,” pungkas Heri.

Teks/foto : Indra Setia Haris





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster