Tidak Kantongi Izin, Tower Telekomunikasi Akan Ditertibkan

 457 total views,  2 views today

tower

Ilst Tower BTS

PAGARALAM, KS—Banyaknya tower telekomunikasi yang ada di Kota Pagaralam yang disinyalir belum memiliki izin membuat Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo), Pagaralam dalam waktu dekat akan menertibkan tower tersebut.

Hal tersebut diungkapkan Kadishubkominfo, Paber Napitupulu SSTP melalui Kabid Kominfo Solihin NS, Kamis (25/7).

“Ya, Pemerintah Kota Pagaralam akan segera menertibkan keberadaan tower  yang tidak mempunyai izin,” tegasnya.

Menurutnya, pemerintah kota sudah membuat peraturan dan ketentuan mengenai pendirian menara telekomunikasi  yang mengacu kepada peraturan bersama yakni, Mendagri, Menkominfo, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Sementara di Pagaralam untuk  titik pendirian menara hanya diperbolehkan  di beberapa koordinat yang ditentukan.

“Untuk Pagaralam ada empat koordinat yang diperbolehkan jika ingin membangun menara baru. Berdsarkan survey yang dilakukan bersama konsultan daerah tersebut masih banyak blank spot area yang sekaligus membuat pemerataan sinyal. Sehingga nantinya semua wilayah yang ada di Pagaralam dapat tercover,” terangnya.

Sejumlah menara yang ada saat ini, kata Solihin, bisa dikatakan berdiri di wilayah yang sinyalnya bagus bahkan sudah kuat. Karena itu sudah dianggap tidak perlu lagi ada menara yang terlalu banyak. Sehingga menara yang ada mesti dibongkar seperti menara yang ada di Pagaralam Square salah satunya.

“Sejauh ini kami hanya merekomendasikan peletakan dan penempatan antena untuk dipindahkan dalam batas 7 hari.  Sehingga pihak operator dapat membongkar sendiri dan kalau tetap ingin membuat mesti di wilayah yang ditentukan,” tambahnya.

Sebagai informasi, adapun sejumlah wilayah yang diperbolehkan untuk dibangun yaitu di seputaran wilayah SMPN 1 hingga Dusun Alun Dua, Kecamatan Pagaralam Utara. Kemudian di Kelurahan Agung Lawangan, Kecamatan  Dempo Utara dan di Semidang Alas, Dempo Tengah, serta di Lubuk Buntak, Kecamatan Dempo Selatan. Mengingat kesemua daerah tersebut masih banyak blank spot area sehingga jika ada menara di sekitar tempat tersebut dalam radius 5 kilometer akan tercover oleh sinyal.

Terpisah, Kepala Kantor Pelayanan dan Perizinan Terpadu (KPPT), Asran Bahuri SE MM membenarkan jika ada beberapa menara yang tidak berdiri di tempat yang  ditentukan ataupun tidak mengantongi izin seperti menara di Pagaralam Square.

“Sama sekali KPPT tidak mengizinkan pendirian menara tersebut,  karena tidak sesuai dengan peruntukkan. Kita akan memberi peringatan selama 30 hari kepada operatornya, selanjutnya mesti dibongkar,” kata Asran.

Teks : Antoni Stefen

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster