SFC Butuh Kreasi Gol (Open Play)

 224 total views,  2 views today

ERICK-Weeks---HL

ERICK-Weeks (SFC)

PALEMBANG | KS-Mencetak tiga gol dari tiga laga terakhir kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2012/2013 hanya lewat titik putih menjadi pertanda jika lini depan Sriwijaya FC (SFC) sedang bermasalah.
Meski dari segi jumlah terbilang tidak terlalu buruk (rasio 1 gol/laga), namun dengan gol tercipta tanpa proses kerjasama permainan terbuka (open play) yang baik, membuat Kas Hartadi sebagai pelatih mesti memutar otak bagaimana agar anak asuhnya dapat membuahkan gol yang diawali lewat sentuhan apik membongkar pertahanan rapat lawan.
Peer yang tentunya harus segera diselesaikan mengingat lawan tangguh sudah menanti. Persija Jakarta yang akan menjamu Laskar Wong Kito di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Sabtu (27/7) besok.
“Lini depan, kita sadari memang kurang greget dibeberapa laga terakhir. Ini menjadi masalah yang salah satunya menjadi fokus untuk segera dibenahi,” kata Kas Hartadi.
Mengenai motivasi yang selama ini cukup berperan pada penampilan buruk SFC, termasuk juga tumpulnya lini depan, Kas menjelaskan sudah berangsur pulih. Dia yang sudah menjalin komunikasi personal dengan berbicara hati ke hati pada setiap pemain disela-sela latihan dan saat berbuka puasa sudah mengetahui apa yang harus dilakukan.
“Sudah tidak ada masalah. Semua pemain sudah siap betempur melawan Persija. Membawa hasil positif di laga terakhir Ramadhan itu jadi keinginan kita. Mengenai lini depan, kita akan cari solusi hingga jelang pertandingan agar ketajaman dapat kembali,” jelasnya.
Meski lini serang sedang tumpul, Kas menuturkan tidak akan merubah komposisi barisan penggedor dan akan tetap mengandalkan para pemain yang selama ini kerap menjadi oncak klub berkostum kuning-kuning.
Walaupun sedang masa paceklik, mantan arsitek SFC era kepelatihan Ivan Venkov Kolev tetap percaya pemain-pemain seperti Tantan, Boakay Eddie Foday, Erick Weeks Lewis maupun Herman Dzumafo Epandi dapat menjadi ancaman serius Persija.
Terlebih untuk pertandingan ini sang kapten, Ponaryo Astaman yang menjadi jenderal lini tengah sudah dapat beraksi. Dengan karismanya sebagai pemimpin, gelandang berusia 33 tahun dapat menjadi sosok sentral dalam memutus alur serangan lawan sekaligus kreator. Pemberi umpan manja yang dapat diselesaikan menjadi gol.
“Kehadiran Ponaryo memang membuat kita cukup tenang. Dengan adanya dia, tak hanya dapat memenangi duel lini tengah, juga sebagai penyuplai umpan-umpan matang. kita harap keberadaannya dapat membuat SFC lebih baik,” tutur ayah King Eric Cantona.
Untuk sektor lain, tidak luput dari pembenahan ialah pertahanan. Kendati di laga terakhir mampu mencatat cleansheet saat menang tipis 1-0 atas PSPS Pekanbaru, Senin (22/7), namun secara keseluruhan belum membuat Kas puas.
Baginya, SFC saat itu masih beruntung dinaungi dewi fortuna yang seakan enggan memberikan PSPS gol mengingat banyaknya peluang emas gagal dimaksimalkan M. Isnaini dan kawan-kawan.
Karena itu, saat bertemu Persija yang dianggap lebih kuat Kas ingin pertahanan tampil lebih disiplin. Duet jantung pertahanan yang besar kemungkinan diemban Abdul Rahman – Lee Dong-Won dituntut agar tampil maksimal.
Apalagi, Persija yang sekarang berbeda dengan putaran pertama lalu yang sempat dihajar SFC 4-1 (2/2). Macan Kemayoran saat ini telah mengeluarkan aungan lebih seram dibandingkan saat itu.
“Masuknya Emmanuel ‘Pacho’ Kenmogne membuat Persija bangkit. Ini harus kita waspadai karena dapat menjadi ancaman serius. Belum lagi soal dendam yang ingin mereka balas,” ujar pelatih berusia 42 tahun.
TEKS: SADAM MAULANA

EDITOR:RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster