Sekolah Rusak Pemkab Muaraenim “Tutup Mata”

 176 total views,  2 views today

HL-andalas

Seseorang menunjukkan Kondisi sekolah yang rusak kepada wartawan

MUARAENIM, KS-Sekolah Dasar Negeri (SD N) 4 Kecamatan Tanjung Agung, tepatnya di Desa Lubuk Nipis Kecamatan Tanjung Agung Kabupaten Muaraenim, hingga kini kondisi lantainya rusak parah. Akibatnya aktifitas belajar mengajar para siswa di SD tersebut juga terganggu. Bahkan, dari tiga bangunan kelas yang ada, semua lantainya rusak parah dan berdebu. Setiap harinya,  para siswa dua kelas digabung menjadi satu kelas.

“Lihatlah sendiri pak, suasana belajar para siswa kita benar-benar tidak kondusif dan tidak nyaman bagi mereka. Siswa kelas lima dan kelas enam digabung jadi satu dan hanya disekat dengan papan karena kondisinya sangat tidak memadai untuk kita pisah,” tutur Sri Wati, salah seorang guru SDN 4 Tanjung Agung saat ditemui Kabar Sumatera,Rabu  (24/7).

Sekolah mereka, menurut Sri, selain hanya berlantaikan tanah, sekolah ini juga tidak mempunyai ruang guru dan kepala sekolah. Sehingga sekolah merasa kesulitan dalam menyimpan arsip-arsip yang penting milik sekolah seperti, raport siswa dan surat-surat penting dari Dinas Pendidikan (Diknas). Selanjutnya, pada saat proses belajar di kelas, siswa mengaku kesulitan untuk menerima pelajaran yang disampaikan guru, sebagai akibat suasana belajar yang tidak nyaman.

“Dengan kondisi kelas yang berdebu, setiap hari guru menyiram air ke lantai, agar debu tidak terhirup oleh murid saat belajar di kelas. Bahkan,  selain sepatu cepat kotor, pakaian putih merah yang dikenakan siswa warnanya juga mudah tampak lusuh. ‘Kita kasihan dengan para siswa, sepatu baru saja beli sewaktu libur semester lalu, tapi sekarang sudah kotor dan terlihat lusuh karena kondisi kelas yang berdebu,” ujarnya.

Sementara itu, Rupang, Kepala SDN 4 mengatakan, sejak pertama kali sekolah ini berdiri tahun 1987, baru pada tahun 2012 lalu SDN 4 Desa Lubuk Nipis Kecamatan Tanjung Agung tersentuh bantuan rehabilitasi bangunan sekolah dari pemerintah. Namun, sekarang kondisinya sudah rusak. “Kerusakan yang paling parah adalah lantai kelas,” tegasnya.

Dikatakanya, selain lantainya yang sudah rusak dan berdebu, sekolah ini juga membutuhkan ruang guru dan kantor kepala sekolah.Karena selama ini para guru berkumpul dengan memanfaatkan gudang sekolah, menjadi satu dengan dapur. “Yang mendesak segera dibangun adalah lantai kelas agar bisa dikramik dan dibangun kantor kepala sekolah dan ruang guru. Kita sangat berharap adanya bantuan dari Pemkab Muaraenim dan pihak lainnya, sehingga aktifitas belajar dan mengajar dapat kondusif dan siswa dapat menyerap pelajaran dengan baik,” harap Rupang.**

TEKS : SISWANTO

EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster