Disnakertrans : Perusahaan Wajib Berikan Laporan THR

 322 total views,  2 views today

 

KAYUAGUNG, KS-Pemberian Tunjangan Hari Raya (THR), merupakan kewajiban bagi perusahaan untuk memberikan THR kepada pegawainya. Namun ironisnya, banyak perusahaan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) setiap tahunnya tidak pernah menyerahkan laporan ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) OKI, terkait pemberianTHR.

Kepala Disnakertrans OKI, Amiruddin S.Sos MSi, didampingi Kepala Seksi, Pengawasan Tenaga Kerja dan Hubungan Industrial, Jalaluddin SH, kemarin (25/7) mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum tahu perusahaan telah  membayarkan THR kepada karyawannya atau tidak. “Karena sampai hari ini tidak ada laporan ke kami,” terangnya.

Menurut Jalaluddin, perusahan yang bergerak di sektor perkebunan di OKI, seperti Tania Makmur, Sampoerna Agro, apabila membayar THR kepada pekerjanya, seharusnya langsung melaporkan ke Disnakertrans, jumlah pekerja yang dibayarkan THR sehingga Disnakertrans memiliki data yang valid.

Masih kata Jalal, untuk mengatasi masalah ini, pihaknya nanti memonitoring, perusahan mana saja yang telah memberikan THR dan yang belum memberikan THR tersebut karyawannya.

“Dan bagi perusahan yang tidak mau melaporkan hasil pembayaran THR nya, kami akan ambil tindakan yakni pencabutan surat izin usahanya dikabupaten OKI ini,” jelasnya.

Ia menambahkan berdasarkan surat edaran dari Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia (RI), pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) oleh perusahan terhadap pekerjanya minimal H-7. Pemberian THR sendiri dihitung dengan professional, yakni minimal yang dapat THR tiga bulan tercatat sebagai pekerja di perusahan tersebut.

“Bagi pekerja yang sudah bekerja setahun, minimal mendapat THR satu bulan upah. Itu minimal, tergantung kebijakan perusahan masing-masing,” pungkasnya.

Informasi yang diterima dari Disnakertrans OKI, setiap perusahaan wajib memberikan tunjangan hari raya(THR) kepada pegawai suatu perusahaan atau usaha lainnya sebelum lebaran Idul fitri, bahkan mereka telah dihimbau minimal dua hari sebelum hari raya harus melaporkan telah menunaikan kewajibannya memberikan THR kepada pekerjanya.

Akan tetapi dilapangan ternyata, himbauan dari pemerintah tersebut tidak pernah ditanggapi secara serius oleh perusahaan swasta yang ada dikabupaten OKI tersebut, ini terbukti tidak ada yang melapor secara tertulis atau lisan kepada disnakertrans setempat yakni di kabupaten OKI dalam hal sudah melakukan kewajiban memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada para pegawainya.

Teks : Emil Hidayat

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster