Mobil Murah, Bakal Gencet Bisnis Mobil Bekas

 192 total views,  2 views today

mobil-murah]

Ilst. Mobil Murah Daihatsu Ayla

PALEMBANG | KS –Banyak pengusaha mobil bekas menilai keberadaan mobil murah yang dibanderol hanya pada kisaran Rp100 juta terbilang sangat terjangkau, keadaan ini tentunya akan menggencet pemakaian mobil bekas ke low cost and green car (LCGC). Demikian diungkapkan, Hermansyah, Sekjen Asosiasi Pengusaha Mobil Sumsel (APMSS).

“Kalau untuk pasar Indonesia, harga sekitar Rp100 jutaan sudah terobosan. Tentunya fitur di kendaraan akan di-comply dengan harga segitu. Kalau tidak ikuti patokan harga off the road ini nanti tidak dikasih insentif pajak oleh pemerintah,” ujarnya kemarin.

Harga mobil murah dan ramah lingkungan dipatok pemerintah terendah senilai Rp85 juta dan tertinggi Rp95 juta. Namun, ini bersifat off the road atau sebelum ditambah biaya pajak.

Saat ini, baru dua pabrikan Jepang yang siap menyambut proyek LCGC yang digagas Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Mereka adalah Toyota Astra Motor (TAM) dan Astra Daihatsu Motor (ADM) yang sama-sama bernaung di bawah bendera Astra Group.

Untuk menjaring lebih banyak konsumen di segmen mobil murah, TAM mengusung Toyota Agya, sedangkan ADM dengan Daihatsu Ayla. Namun, keduanya belum bisa dijual bebas karena verifikasi belum rampung di Kemenperin.

Dibandingkan dengan Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia, ACC memperkirakan harga Ayla akan lebih miring ketimbang Agya. Selisihnya mungkin tak jauh beda dengan persaingan Avanza-Xenia sebesar Rp3-Rp10 juta tergantung spesifikasi kendaraan.

“Saya asumsikan kalau harga Rp100 juta per unit itu murah. Biasanya untuk harga mobil Rp100 juta maka DP minimal kan Rp25 juta berarti yang dicicil Rp75 juta. Cicilan sebesar ini kredit per bulannya bisa sekitar Rp1,7-Rp1,8 juta saja. Ini cukup terjangkau,” ungkapnya.

Namun  Hermansyah mematok target pertumbuhan kredit secara khusus seiring masuknya LCGC ke pasar otomotif Tanah Air. “Pertumbuhan cicilan hanya akan mengikuti volume penjualan yang dicapai para agen tunggal pemegang merek,”tutupnya,

Penjualan mobil bekas anjlok 70 persen

Bisnis mobil bekas di Palembang kini kembali terpuruk. Bahkan penurunan penjualannya bisa mencapai 40 persen dibandingkan tahun lalu.

Hermansyah menilai, ada beberapa faktor yang membuat penurunan ini terjadi yang paling berpengaruh adalah anjloknya harga komoditi andalan di Sumsel.

“Hal itu sangat wajar karena 70 persen dari konsumen berasal dari petani-petani dan pemilik lahan komoditi andalan di Sumsel seperti karet, sawit dan batubara,”katanya.

Selain penurunan komoditi, kebijakan pemerintah untuk menaikkan Bahan Bakar Minyak (BBM) juga memberikan kontribusi besar pada penurunan penjualan mobil bekas.

“Dengan kenaikan BBM ini, konsumen akan mempertimbangkan kembali untuk memiliki mobil,”katanya.
Ditambah lagi, adanya produk baru yang dikeluarkan oleh pabrikan dengan berbagai variasi membuat mobil bekas kurang dilirik.

Namun demikian pihaknya tetap optimis, masih ada segmen pasar yang berminat untuk membeli mobil bekas. Itu karena mobil bekas memiliki berbagai keunggulan antara lain harganya lebih murah dibandingkan mobil baru

TEKS : JADID ULUL ALBAB

EDITOR : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster