Kebun Plasma di OKI Banyak Tidak Tepat Sasaran

 416 total views,  2 views today

plasma

Ilst. Kebun Plasma

KAYU AGUNG,KS-Kebun plasma di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) sampai saat ini diduga belum tepat sasaran, pasalnya masih banyak ketimpangan dan rekayasa yang menyelinap antara penduduk asli dengan perusahaan atau PT yang mengelola lahan plasma tersebut.

Informasi yang dihimpun Kabar Sumatera di lapangan, di wilayah ini masih banyak terdapat PT Plasma yang mengelola kebun warga dengan cara berbagi hasil, labih dari tiga prusahaan plasma di OKI saat ini sudah beroperasi  misalkan  PT. Burnai Timur, PT Gading Cempaka dan lainnya.

Mereka dengan mendirikan PT dan memberlakukan sistem plasma yang mengatasnamakan rakyat yakni dengan berbagi hasil antara penduduk setempat yang memiliki tanah dengan perusahaan kebun sawit. Ternyata masih saja banyak menimbulkan hal-hal yang tidak jujur, di mana rakyat sering dikasih janji dan perusahaan sering ingkar janji. Misalkan saja dalam hal ganti rugi, masih banyak antara penduduk setempat dengan PT plasma yang ada di Kabupaten OKI  belum dapat menyelesaikan dan menjalankan tugasnya dengan baik sesuai perjanjian semula.

Untuk itu Rabu (24/07) kemarin Pemerintah Kabupaten Ogan Komering ILir (OKI) menggelar rapat dengan perusahaan PT.plasma yang ada di Kabupaten OKI dan seluruh dinas terkait untuk dapat segera menyelesaikan sengketa lahan dan permasalahan yang selama ini sudah tidak dapat diselesaikan.

Menanggapi masalah sengketa lahan plasma dan adanya dugaan belum tepat sasaran Dr.Ansori anggota Komnasham kemarin mengatakan, jika saat ini seluruh PT.plasma yang berada di daerah Sungai Belida Lempuing Jaya dan Cinta Jaya Kecamatan Pedamaran OKI, masih banyak yang belum menyelesaikan masalah sengketa lahan, ganti rugi dan tidak tepat sasaran dalam memberikan sawit plasma kepada rakyat.

Menurutnya dalam dua bulan ke depan semuanya harus sudah selesai, mengingat keadaan tersebut harus segera diselesaikan, pihaknya juga berharap jika PT.plasma yang ada di Kabupaten OKI  harus teliti dan pandai menegosiasi dengan masyarakat agar semua permasalahan yang menyangkut masalah tersebut segera dapat dituntaskan.

Sementara itu Wakil Bupati OKI,  H.Engga Dewata kemarin mengatakan, pihak PT dan para kepala desa harus bekerja sama dalam menyelesaikan masalah sengketa ganti rugi dan lainnya. “Pokoknya dicari solusi agar ke depan tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan atau anarkis,” harapnya.

Ia menambahkan, pihaknya berharap para kades dan PT.sawit plasma tersebut tidak menyalahkan wewenang dan bertindak adil kepada masyarakat sekitar. Jangan sampai ada masyarakat yang tidak dapat plasma tersebut padahal dia penduduk setempat, dan jangan sampai ada yang lebih dari yang dijanjikan dalam mendapatkan plasma sawit tersebut, tegas orang nomor dua di OKI tersebut.

Teks: Emil Hidayat

Editor: Sarono P Sasmito





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster