Gawat, Mie dan Tahu mengadung formalin 200 persen beredar

41 total views, 3 views today

HL-Andalas

Sekda OI, H. Sobli, Kadinkes Kosasi, Asisten II, Faisal saat melakukan sidak di Pasar Inderalaya | Joen KS

INDERALAYA,KS-Inspeksi mendadak (Sidak), terhadap para pedagang yang menjual berbagai macam kebutuhan pokok di Pasar Inderalaya dan Pasar Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir (OI), oleh beberapa dinas terkait Pemerintah Kabupaten (Pemkab), Rabu (24/7), hasilnya cukup mencengangkan.

Pasalnya, sidak yang dipimpin langsung oleh Sekda OI H. Sobli didampingi Asisten II Drs Faisal, Kadis Kesehatan, H Kosasi, Kadisperindag, Tapip, Kadis Perikanan dan Peternakan, Noerman Yussalwan serta Kabag Humas, Ridhon, menemukan mie dan tahu mengandung formalin hingga 200 persen.

Selain menemukan mie dan tahu berformalin, juga ditemukan timbangan yang tidak berstandar. Hal itu kerap merugikan konsumen. Warga berharap perlu adanya tindakan tegas dari pihak terkait untuk membuat efek jera terhadap pedagang nakal.

Pantauan dilapangan, sidak tersebut di mulai pukul 09.30 Wib di dua pasar yakni Pasar Inpres Inderalaya dan Pasar Tanjung Raja. Sidak diawali dengan melakukan pengecekan langsung terhadap sejumlah pendagang  di Pasar Inderalaya yang masih banyak menggunakan transaksi dagangan dengan timbangan plastik.

Petugas langsung melakukan mengukuran dengan tera, hasilnya timbangan plastik yang dimiliki pedagang tidak standar. Ironisnya, hampir seluruh pedagang menggunakan timbangan yang tidak standar.

Setelah sidak timbangan, Sekda beserta rombongan melakukan sidak terhadap pedagang yang menjual makanan seperti  tahu, cendol, dawet, cincau. Selain itu, buah-buahan, daging dan cabai juga tidak luput dari sidak.

Di Pasar Inderalaya, setelah dilakukan tes pemeriksaan, tahu dan mie basa atau mie kuning, mengandung formalin hanya 40 persen. Sedangkan di Pasar Tanjung Raja, kedua jenis makanan tersebut positif mengandung formalin hingga 200 persen.

Untuk buah-buahan seperti semangka, hasil tes yang dilakukan mengandung Rhodamin B,  atau zat pewarna dan pemanis yang berbahaya, juga pada  cendol ditemukan Rhodamin B.

Kepala Dinas Kesehatan, Pemkab OI H Kosasi SKM MM, mengatakan, dari hasil pemeriksaan petugasnya, ternyata masih banyak ditemukan seperti tahu dan mie mengandung formalin.

’’Setelah dilaksanakan tes pemeriksaan, tahu dan mie basa atau mie kuning di pasar Tanjung Raja mengandung formalin 200 persen, sedangkan di Inderalaya hanya 40 persen,’’ ungkap Kosasi.

Selain itu, buah-buahan seperti semangka hasil tes yang dilakukan mengandung Rhodamin B,  atau zat pewarna dan pemanis yang berbahaya, juga pada  cendol ditemukan Rhodamin B juga.

“Dari pengakuan pedagang tahu, mereka rata-rata membeli dari pasar induk jakabaring. Adanya temuan ini kita hanya bisa melakukan langkah sosialisasi bahwa penggunaan formalin dan zak kimia lainnya untuk makanan sangat berbahaya bagi tubuh kita,’’ ujar Kosasi.

Sementara itu,  Sekda OI, H. Sobli mengatakan, dalam sidak tersebut, selain mie dan tahu berformalin, pihaknya juga melakukan sidak terdapat pedagang yang menggunakan timbangan. Hasilnya, ada ditemukan timbangan yang tidak berstandar.

Untuk itu, sambung Sekda, pihaknya melakukan penyitaan terhadap timbangan plastik dan memberikan timbangan yang terbuat dari besi yang hasil timbangannya pasti dan tidak meleset.

“Ya, timbangan plastik milik Ibu Tina langsung kami sita, tapi langsung diganti oleh timbangan besi. Kita berharap dengan sosialisasi timbangan besi dapat diikuti oleh pedagang lainnya, karena masih banyak pedagang menggunakan timbangan plastik  yang kegunaannya bukan  untuk transaksi perdagangan,’’ ujar Sekda yang menyerahkan langsung timbangan tersebut kepada pedagang.

Sekda menambahkan, untuk harga kebutuhan  sembilan bahan pokok, masih dibilang dibawah normal. Harga daging saat ini Rp 95 ribu perkilogrannya, cabe kriting Rp 40 ribu perkilogram.

“Ya, harga kami pantau masih dibawah normal. Untuk harga daging di daerah lain harganya lebih dari itu,’’ tutur Sekda.

Teks/foto : Junaedi Abdillah

Editor : Sarono P Sasmito





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com