Tarif Parkir RSUD Disinyalir Tak Sesuai Perda

 254 total views,  2 views today

MUARA ENIM | KS-Pelaksanaan Peraturan Daerah (Perda), Kabupaten Muaraenim No. 5 Tahun 2001 tentang retribusi parkir di tepi jalan umum ternyata tidak berlaku di halaman parkir Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) HM Rabain Muaraenim.

Hal tersebut terlihat dari banyaknya keluhan masyarakat, atas tingginya biaya parkir RSUD HM Rabain Muaraenim yang diterapkan oleh pengelola parkir.

Seyogyanya, sesuai Perda No. 5 Tahun 2001 tersebut, tarif parkir hanya dikenakan sebesar Rp300,- untuk sepeda motor, dan kendaraan mobil jenis sedan, jeep, minibus pick up dan sejenisnya sebesar Rp500. Sedangkan jenis kendaraan bus, truck sedang dikenakan tarif sebesar Rp1.500,-.

Jazi (40), salah seorang warga Kota Muaraenim, mengatakan dirinya mengeluhkan akan mahalnya tarif parkir di RSUD HM Rabain Muaraenim dikarenakan adanya perubahan sistem parkir.

Sebelumnya, kata dia, RSUD HM Rabain Muaraenim menerapkan pengelolaan parkir manual dan setiap pengendara sepeda motor dikenakan biaya Rp 1000,-. “Itu pun sudah tidak sesuai Perda yang ada yang tarifnya Rp 300,- itu. Tetapi warga sudah maklum. Tetapi sekarang tarifnya melonjak menjadi perjam sampai Rp5.000,-. Kita minta ini diperhatikan, jangan sampai keluarga pasien yang hendak berobat malah dibebani lagi dengan biaya yang tak masuk akal seperti itu,” tuturnya kepada Kabar Sumatera (23/7).

Senada dituturkan warga Desa Lubuk Ampelas, Yadi (45). Menurutnya, sejak dikelola oleh pihak ketiga, tarif parkir RSUD HM Rabain Muaraenim justru menjadi lokasi bisnis baru bagi pelakunya.

“Inilah Muaraenim, sudah ada perdanya, justru buat peraturan baru. Kita mendesak untuk dikembalikannya penerapan parkir RSUD HM Rabain ke penerapan lama,” ucapnya.

Sebelumnya, Direktur RSUD HM Rabain Muara Enim, dr Suwandi Safitra melalui Kabag TU, Oku Asmana mengatakan sekarang ini RSUD HM Rabain Muaraenim telah menerapkan tarif sendiri yakni dengan pemberlakuan tarif khusus dikenakan per jam parkir yakni untuk motor tarifnya  2 jam pertama Rp 1.000, 2 jam berikutnya di kenakan biaya tambahan Rp 500,dan maksimumnya Rp5.000, sementara untuk Mobil 2 jam pertama Rp 2.000, 2 jam berikutnya ditambah Rp 1.000 dan maksimumnya Rp10.000.

“RSUD ini adalah Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), maka pengelolaan lahan parkir ini bisa di lakukan  kerja sama dengan pihak ketiga.Untuk pengelolaan parkir ini kita bekerja sama dengan pihak ke tiga,yaitu PT Tara Anugrah,” tutur Oku.

Berdasarkan peraturan Direktur RSUD HM Rabain Muaraenim tahun 2013 tentang tarif parkir di halaman rumah sakit, kata Oku, tak lama lagi sistem parkir yang ada di RSUD HM Rabain Muaraenim akan di ubah  ke sistem parkir menggunakan CCTV.

“Pengelolaan parkir rencananya sistemnya memang akan kita alihkan ke sistem CCTV dengan menggunakan sensor, dulu sudah pernah kita coba di bagian belakang dengan tahap ujicoba, namun keluarga gak efisien, karena banyak keluarga pasien keluarnya dari depan,makanya akan kita pindahkan ke depan,”paparnya.

Untuk kerjasama dengan pihak ketiga, itu, lanjutnya, pihaknya hanya menyiapkan lahan parkirnya saja. “Semua sarana dan Sumber Daya Manusia (SDM), disiapkan oleh pihak ketiga. Sedangkan untuk sistem pembagian hasilnya, kita 60 persen, mereka 40 persen, kan ini bisa masuk PAD juga,” ucapnya

Teks : SISWANTO

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster