Janji Lunasi ‘DP’ Sebelum Kompetisi Usai

 197 total views,  2 views today

Robert-Heri--foto-net

Robert Heri | Antara Foto

PALEMBANG | KS-Para punggawa Sriwijaya FC (SFC) nampaknya tak perlu was-was mengenai kepastian hak yang belum terlunasi pihak Manajemen PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM). Meski untuk yang satu ini, Tantan Cs diminta kembali bersabar, menunggu pelunasan down payment (DP) lebih lama.

Demikian pernyataan yang terlontar dari Manajer SFC, Robert Heri yang berjanji akan melunasi sebelum kompetisi berakhir. “Kita tahu hak pemain harus segera dibayar. Dan untuk itu kita beri penjelasan jika sebelum kompetisi usai akan kita lunasi,” katanya.

Meski kepastian telah diberikan, namun kapan tepatnya hak pemain dibayarkan tidak disebut Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Sumatera Selatan (Kadistamben) tersebut. Pasalnya, jika menunggu hingga masa akhir kompetisi yang bakal berakhir 7 September mendatang, maka praktis para pemain harus menanti hingga satu bulan lebih.

Sementara, para pemain sudah terlanjur memiliki harapan besar, hak mereka sebesar 10-20 persen dari keseluruhan nilai kontrak bisa mereka terima sebelum perayaan lebaran Idul Fitri.

Kondisi yang berbanding terbalik dengan janji yang sebelumnya pernah diungkapkan Presiden Klub SFC, Dodi Reza Alex Noerdin dihadapan seluruh pemain belum lama ini. Dalam pernyataannya pihak manajemen berjanji untuk melunasi pembayaraan DP (uang panjar) seluruh pemain pada akhir bulan Juli ini.

“Kalau janji Presiden klub saja tidak bisa dipegang, maka kami harus percaya dengan siapa lagi. Apalagi sekarang manajer klub malah mengatakan kalau uang panjar kami (pemain-red) akan dibayar sebelum kompetisi berakhir. Ini tentu mengejutkan kami,” keluh sejumlah pemain yang enggan disebutkan namanya.

Tak pelak, terus molornya pembayaran DP ini ditenggarai menjadi ‘hantu’ yang terus membayangi motivasi dan semangat pemain dalam bertanding menjelang akhir putaran kedua ini, sehingga performa tim terus mengalami penurunan.

Dan puncaknya, tim juara Indonesian Super League (ISL) musim lalu ini gagal meraih kemenangan di dua laga kandang terakhirnya. Parahnya lagi, Laskar Wong Kito harus menerima kenyataan pahit setelah ditaklukkan tim promosi, Persepam Madura United (P-MU) 0-4, di depan pendukungnya sendiri, Senin (15/7).

Tak cukup sampai disitu, SFC bahkan nyaris gagal meraih poin saat bertandang ke markas PSPS Pekanbaru, Senin (22/7) malam, seandainya wasit yang memimpin pertandingan tidak memberikan hadiah pinalty setelah Boakay Edie Foday dijatuhkan dikotak terlarang yang sukses dieksekusi Herman Dzumafo Epandi yang maju sebagai eksekutor.

“Saya minta para pemain jangan khawatir, pokoknya seluruh DP pemain pasti dibayar lunas sebelum kompetisi selesai. Kita sangat memahami soal itu, tetapi kondisi ini bukan hanya terjadi pada tim kita tetapi juga dengan klub lain,” ungkap Robert Heri.

Disinggung berapa banyak pemain yang belum dibayar uang panjarnya, dia mengatakan ada sekitar 40 persen dari keseluruhan pemain. Tetapi jika dihitung dari sebelas pemain inti yang biasa menjadi starter disetiap pertandingan, maka dirinya menyebut angka 30 persen. “Tidak semuanya, hanya sebagian,” terangnya.

Sementara, pelatih Kas Hartadi yang dimintai komentar lagi-lagi enggan memberikan penyataan. Dia mengaku hanya fokus mempersiapkan timnya jelang menghadapi Persija Jakarta Sabtu (27/7) mendatang. Evaluasi disetiap lini juga akan kembali diberlakukannya menyusul belum membaiknya performa anak asuhnya paska kemenangan tipis 1-0 atas PSPS Pekanbaru dilaga terakhir.

“Tugas saya hanya mempersiapkan tim sebaik mungkin agar meraih hasil maksimal. Masalah kewajiban pemain, itu hak manajemen yg berbicara,” ujar pelatih kelahiran 6 Desember 1970.
TEKS: SADAM MAULANA

EDITOR:RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster