Diam-Diam Kandidat Mulai Berkampanye

 123 total views,  2 views today

kampanye

Ilstrasi Kampanye

PALEMBANG, KS-Mahkamah Konstitusi (MK) memerintahkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Selatan (Sumsel), untuk melakukan pemungutan suara ulang (PSU) pada pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) Sumatera Selatan (Sumsel) di Palembang, Prabumulih, OKU, OKU Timur dan Kecamatan Warkuk Ranau, Kabupaten OKU Selatan.

Aturannya, semua pasangan calon dilarang untuk melakukan kampanye. Namun pantauan koran ini, ternyata aturan tersebut diam-diam dilanggar dengan melakukan kampanye terselebung.

Modusnya, beragam. Dari mulai memanfaatkan momen bulan ramadhan dan Idul Fitri dengan memasang spanduk mengucapkan selamat menyambut bulan suci ramadhan sampai dengan mengumpulkan masyarakat untuk berbuka puasa bersama.

Namun spanduk dan buka puasa bersama ini, dilakukan bukan dalam kapasitasnya sebagai calon kepala daerah melainkan sebagai ketua organisasi massa (ormas) tertentu atau lainnya.

Hal itu dalam pandangan pengamat sosial dari Universitas Sriwijaya (Unsri), Alfitri, adalah bentuk kampanye terselubung walaupun yang dilakukan bukan mengatasnamakan sebagai calon.

“Harusnya Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), bertindak tegas. Bawaslu tentu punya kriteria, mana yang sudah masuk kampanye mana yang bukan,” kata Alfitri ketika dihubungi, Selasa (23/7).

Sementara itu komisioner KPU Sumsel Divisi Sosialisasi, Ong Berlian kepada wartawan mengatakan dalam pemungutan suara ulang (PSU) semua kandidat baik calon gubernur (cagub) maupun calon wakil gubernur (cawagub) tidak boleh melakukan sosialisasi ke masyarakat baik sendiri maupun bersama-sama.

“Dalam PSU ini, kandidat hanya menunggu pelaksanaan dan hasil saja. Tidak ada lagi sosisialisasi, maupun kampanye,” ujar Ong Berlian.

Ia pun mengatakan, KPU Sumsel sebagai penyelengara tidak memiliki hak untuk melarang itu. Karena untuk pengawasan, merupakan ranah dari Bawaslu Sumsel. “Secara aturan tidak boleh, tapi KPU Sumsel tidak bisa melarang karena hanya sebagai penyelenggara. Itu adalah tugas Bawaslu sebagai pengawas pemilu,” jelas Ong Berlian.

Sedangkan Ketua Bawaslu Sumsel, Andika Pranata Jaya sampai berita ini diturunkan, tidak bisa dihubungi. Handphonennya dalam keadaan tidak aktif. Pesan singkat yang dilayangkan pun, belum dibalas.

Teks    : Dicky Wahyudi

Editor  : Imron Supriyadi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster