2 Bulan, Palembang Harus Bersih

 158 total views,  4 views today

foto-lepas

Ilst. Sungai Musi

PALEMBANG, KS-Ditunjuk sebagai tuan rumah Islamic Solidarity Games (ISG), Palembang hanya diberi waktu dua bulan atau 60 hari saja untuk bersiap menyambut duta-duta olahraga dari negara berpenduduk Islam di dunia yang mengikuti ajang tersebut.

Walau pun begitu menurut Wali Kota Palembang, Romi Herton, Palembang siap menjadi tuan rumah yang baik. Berbagai pembenahan kata Romi, akan dilakuan untuk menyambut event olahraga yang diselenggarakan pada 25 September sampai 1 Oktober tersebut.

“Kita hanya punya waktu 60 hari, untuk menghadapi ISG. Kita semua harus bekerjasama, masyarakat juga harus ikut mensukseskan event itu,” kata Romi dibincangi di Balai Kota Palembang,” Selasa  (23/7).

“Kita patut bangga, sudah dipercaya sebagai tuan rumah. Saya telah ditunjuk sebagai wakil Ketua I dalam acara tersebut, dibawah gubernur. Saya menargetkan, dalam waktu 60 hari kedepan, Palembang sudah lebih bersih dari sebelumnya,”sambungnya.

Menurut Romi, setidaknya ada 47 titik yang masih kotor di Palembang ini, Pemerintah Kota akan semaksimal mungkin menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Untuk mewujudkan kebersihan tersebut, saya lakukan pantauan terus agar hasilnya dapat maksimal, beberapa lokasi yang menurut saya harus dibenahi. Seperti malam Senin (22/7), saya turun langsung ke bawah Ampera dan Jakabaring. Sebelumnya, ke Simpang Bandara sampai Simpang Sekip,”ujarnya.

Lebih jauh Romi menjelaskan, beberapa titik yang harus dibenahi. Diantaranya, jalan yang kotor serta trotoar yang tidak rapi. “Karena itu, saya sudah minta Dinas PU Bina Marga dan BPBPK untuk menyemprot jalan yang kotor agar bersih,” ujarnya.

Romi menambahkan, pemkot akan semaksimal mungkin untuk mengurangi sampah dengan memperbanyak mobil pengangkut sampah. “Dalam satu minggu ini, akan kita kerahkan mobil sampah dan mobil-mobil lain yang bisa mengangkut sampah agar Palembang bersih,” ucapnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga akan menambah keindahan kota empek-empek ini terutama pada malam hari. “Beberapa contoh bisa kita ikuti, seperti kawasan Orchard Road di Singapura. Palembang nanti seperti itu,” jelas Romi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebersihan Kota (DKK) Kota Palembang, Abu Bakar mengakui, partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan masih minim. “Partisipasi masyarakat juga sangat dibutuhkan. Karena selama ini sampah dibersihkan, bukan masyarakat yang membersihkan,” keluhnya.

Sambung Abu, masyarakat pun menolak keberadaan tempat pembuangan sampah sementara (TPS) di pemukimannya. Padahal, berdasarkan UU 28/2009 tentang pengelolaan sampah disebutkan pemukiman, pusat perdagangan termasuk pertokoan, industri wajib memilah sampah sebelum diserahkan ke TPS atau TPA.

“Fakta di lapangan, sehari sampah yang masuk ke TPA (tempat pembuangan akhir) sekitar 580-650 ton perhari. Karena itulah, dibutuhkan partisipasi dan kesadaran masyarakat, tanpa peran masyarakat akan sulit mengelola sampah,” paparnya

Mengatasi hal tersebut, Abu menambahkan, pihaknya telah berupaya dengan menyediakan TPS mandiri yang terdiri dari sampah organik dan non organik. Pihaknya sudah menambah tiga TPS mandiri yang berada di Kamboja, Madang, dan kawasan 7-8 Ilir. Namun, baru TPS Way Hitam yang merupakan pilot project.

“Tahun ini, kami akan menambah tiga TPS mandiri baru. Rencananya, TPS tersebut berada di RSMH Palembang, Puncak Sekuning dan Naga Swidak,”tukasnya.

Teks    : Alam Trie Putra
Editor  : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster