PTPN VII Betung Merugi Rp 300 Juta

 210 total views,  3 views today

p[tpn

Ilst. PTPN

BANYUASIN/KS-Lahan perkebunan sawit seluas 125 hektare yang berada di Afdelling I PTPN VII Unit Usaha Betung, Distrik Banyuasin yang blokir warga Talang Ucin Kecamatan Lais, Muba selama dua bulan mengakibatkan PTPN VII mengalami kerugian mencapai Rp 300 juta lebih.

Pemblokiran lahan tersebut lantaran warga menuntut plasma di atas lahan yang menurutnya diklaim tanah warisan para nenek moyangnya. Tetapi dalam aksi pemblokiran menemui jalam buntu yang akhirnya setelah bertahan hingga dua bulan akhirnya membubarkan diri.

“Dengan dibukanya kembali lokasi perkebunan, pihak perusahaan mulai hari ini diperintahkan untuk melakukan panen,” ungkap Manajer PTPN VII UU Betung, Wahyu Supriatna, saat diminta konfirmasinya di ruang kerjanya, Senin (22/7).

Menurutnya, panen yang dilakukan saat ini mendapat pengawalan ketat baik dari personil TNI Koramil Sekayu juga pesonil Kepolisian Polres Musi Banyuasin. “Tujuan dikawal itu agar pemanen dapat bekerja secara maksimal dan tidak diganggu oleh warga yang merasa belum puas dari aksi yang dilakukan selama dua bulan itu,” ucapnya.

Ia menambahkan, target buah dari areal itu yang dapat dipanen pekerja dalam satu rotasi akan menghasilkan buah sebanyak 280 ton atau senilai Rp 360 juta. Sementara dalan satu kali rotasi selama 4 hari sekali, maka pada kesempatan ini pemanen dalam sebulan ini akan mengalami peningkatan produksi.

“Mulai hari ini di Afdelling I akan mendapat hasil panen yang memuncak,” jelas Wahyu lagi.

Terkait masalah blokir, Wahyu menjelaskan,  bubarnya para pemblokir kebun dari kelompok Yoto Kusmanto Cs itu karena menemukan jalan buntu dan tuntutannya tidak cukup bukti dan tidak mendasar. “Dari situlah mereka pilih kembali ke rumahnya masing-masing,” jelasnya.

Selain itu, sambung Wahyu, yang mendasar warga untuk kembali ke rumahnya yakni atas dasar hasil rapat dengan Sekda Muba tertanggal 11 Juli kemarin. “Juga atas kerjasama dengan pihak UNSRI untuk dilakukan penelitian yang hasilnya jika warga tidak meninggalkan lokasi PTPN VII tersebut, maka harus berurusan dengan hukum,” bebernya.

Teks : diding Karnadi

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com