“Kami Berhak Dapat Jatah BLSM”

30 total views, 3 views today

blsm

Ilst. Warga yang Mengantri BLSM

INDERALAYA-KS-Saina (80), janda yang sehari-harinya mengais rezeki sebagai tukang urut, sesekali meluapkan kekecewaannya lantaran tidak masuk dalam penerimaan Dana Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM), yang diprogramkan pemerintah pusat.

Carut-marutnya pendataan tersebut membuat warga desa Muara Kuang, Kecamatan Muara Kuang, Kabupaten Ogan Ilir (OI), ini bersama tujuh warga lainnya yang juga berstatus janda mengadukan dan mempertanyakan haknya sebagai warga negara yang layak mendapat jatah BLSM

Saina menuturkan, di desanya banyak yang mendapat jatah  BLSM rata-rata orang mampu. Selanjutnya hal tersebut sudah dilaporkan ke Lurah  bahkan sampai ke camat.

Masih menurut Saina, mereka datang ke pemkab OI ini agar bisa mendapatkan jatah BLSM. “Mana hak kami. Kami seharusnya dapat, ini malah orang yang mampu yang dapat. Kalau ngadu di Kades sepertinya kami tidak ditanggapi. Kepada siapa lagi kalau bukan langsung ke Bupati, mudah-mudahan harapan kami terkabul,” harapnya.

Hal senada juga dikatakan Yunani (50). Janda lima anak ini yang kesehariannya sebagai tukang cuci, mengungkapkan, dari hasil tukang cuci tersebut tidaklah cukup.

“Untuk makan saja sudah susah apalagi untuk keperluan lain, sementara yang mendapat jatah BLSM di daerahnya banyak dari golongan orang yang mampu,” sesalnya.

Lanjut Yunani, rombongan mereka delapan orang datang ke pemkab OI dengan mengendarai mobil carteran dengan harapan bisa mendapat jatah BLSM dan ingin kejelasan dari pemerintah.

“Kami delapan orang sangat berharap dapat jatah BLSM. Soalnyo kami orang yang tidak mampu. Mau makan aja susah apalagi untuk yang lainnya,” ujar Yunani yang mengaku tinggal serumah dengan cucunya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten OI melalui Kepala Bidang Bantuan dan Jaminan Sosial, Hendra Wardison mengakui memang menerima warga Muara Kuang yang tidak terdata untuk mendapat dana BLSM.

“Ya, kami sudah menerimanya. Kami akan  data ulang dan dimasukkan kepada pendataan ke depan,” singkatnya.

Teks : Junaedi Abdillah

Editor : Sarono P Sasmito





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com