Jalan Terbis, Satu Rumah Terseret Lonsor

 77 total views,  3 views today

HL-Andalas

Kondisi jalan yang terbis akibat terkikis aliran Sungai Ogan membuat pengendara harus ekstra hati-hati

INDERALAYA,-Ruas Jalan Pemulutan yang terletak di Desa Talang Pangeran, Kecamatan Pemulutan Barat, Kabubupaten  Ogan Ilir (OI), mengalami terbis (lonsor –red), akibat terkikis aliran Sungai Ogan.

Kondisi yang sudah hampir terjadi satu bulan lalu mengakibatkan salah seorang rumah warga setempat yang juga sebagai tempat berjualan, ambruk terseret longsor.

Pantauan di lapangan, Senin (22/7), jalan yang juga merupakan alternatif tujuan Palembang-Inderalaya maupun sebaliknya terihat longsor di sisi kanan jalan yang hampir setengah badan jalan. Hampir sebagian  sisi jalan sudah ambrol ke sungai orang.

Untuk menyiasati agar jalan tersebut tidak putus, dinas terkait dan juga warga setempat membuat dam darurat untuk menahan arus sungai agar tidak kembali mengikis permukaan tanah.

Baik roda dua maupun roda empat yang melintas harus ekstra hati-hati. Pasalnya, lalai sedikit, pengendara bisa terperosok ke sungai, terlebih pada malam hari yang minin penerangan. Warga juga sempat memberikan tanda berupa bendera putih agar warga bisa waspada jika melintas.

Warga pun mendesak, agar dinas terkait segera membangun dam permanen agar poros jalan tersebut bisa dilintasi. Warga khawatir, jalan tersebut akan putus dan sulit dilewati.

Heri (35), warga setempat mengatakan, lonsor terjadi sejak satu bulan lalu akibat terkikis aliran Sungai Ogan. Menurutnya, dalam peristiwa tersebut  satu unit bangunan rumah tempat seorang warga berjualan di tempat itu hanyut terseret longsoran tanah jalan. Beruntung, saat kejadian rumah tersebut dalam kondisi kosong lantaran penghuninya sudah pindah.

“Jadi sebelum longsor, jalan agak mulai retak. Sisi jalan sudah mulai longsor. Ada warung milik Wan hanyut terseret longsor,” ucapnya saat ditemui di lokasi.

Ia menambahkan, pihak Pemerintah Kabupaten sudah meninjau lokasi dan berusaha membenahi agar kondisi jalan tidak terlalu parah. Menurutnya, pemerintah saat itu hanya membuat penghalang dari kayu. Namun, usaha itu tidak bertahan lama hingga akhirnya dibuatkan penahan dari lempengan besi.

“Kita berharap, pemerintah bangun dam secara permanen. Sekarang kalau warga melintas harus hati-hati. Jika mobil yang melintas harus secara bergantian,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Bina Marga Ogan Ilir, Muhsin Abdullah mengatakan, terbisnya jalan di Desa Talang Pangeran sudah diketahui olehnya. Saat ini, pihaknya telah melakukan upaya pengedaman secara darurat agar tidak bertambah parah. Perbaikan pada kerusakan jalan tersebut sudah diprogramkan tahun 2014 mendatang.

“Kita sudah tahu masalah itu. Kita programkan pengedaman yang permanen tahun 2014 ini. Untuk sementara, kita akan perbaiki terlebih dahulu secara darurat, agar masyarakat bisa melintas di jalan itu dengan tenang,” katanya.

Teks : Junaedi Abdillah

Editor : Sarono P Sasmito





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com