Pemilukada Sumsel diulang, Suara Palembang Menjadi Kunci

 408 total views,  2 views today

suaraPALEMBANG, KS-Mahkamah Konstitusi (MK) memerintahkan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menyelenggarakan pemungutan suara ulang (PSU) padap pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) Sumsel di Palembang, Prabumulih, OKU, OKU Timur dan Kecamatan Warkuk Ranau, Kabupaten OKU Selatan.

Dari lima daerah itu, persaingan sengit diprediksi bakal terjadi di Kota Palembang. Sebab menurut pengamat politik dari Universitas Sriwijaya (Unsri), Amzulian Rifai, suara Palembang menjadi kunci kemenangan.

Artinya kata Amzulian, siapapun yang bisa mengusai suara di kota empek-empek itu pada PSU yang digelar 4 September mendatang maka kemungkinan besar akan pasangan calon gubernur (cagub)-calon wakil gubernur (cawagub) Sumsel terpilih. “Palembang menjadi sorotan, Palembang menjadi incaran semua kandidat,” sebut Amzulian yang dibincangi usai menghadiri pelantikan Wali Kota-Wakil Wali Kota Palembang, Minggu (21/7).

Palembang menjadi rebutan karena jelas Amzulian, jumlah mata pilih di Kota Palembang adalah terbesar dari semua kabupaten dan kota di Sumsel. 50 persen pemilih di Sumsel tegasnya, ada di metropolis.

“Di kabupaten dan kota ada sekitar 2 juta mata pilih, di Palembang sekitar 1,2 juta sampai 1,3 juta pemilih. Karena itulah mata pilih di Palembang, adalah penentu,” ungkap Dekan Fakultas Hukum Unsri ini.

Amzulian menambahkan, walau suara di Palembang mencapai 50 persen dari jumlah pemilih di Sumsel, namun empat kandidat yang bakal kembali bertarung dalam PSU tersebut hanya dua pasangan saja yang berpotensi menang yakni pasangan Alex Noerdin-Ishak Mekki dan Herman Deru-Maphilinda.

Sedangkan pasangan Eddy Santana Putra-Wiwiet Tatung (ESP-Win) dan Iskandar Hasan-Hafisz Tohir, hasil hitungannya suara yang akan diperoleh pasangan itu tidak akan mendongkrak perolehan suara mereka sebelumnya sehingga tidak bisa mengejar peroleh suara pasangan Alex-Ishak dan Herman Deru-Maphilinda.

“Bicara logis, jumlah suara akhirnya hanya pada Alex dan Deru. Bagaimanapun menambah suara di daerah tertentu, baik Eddy Santana maupun Iskandar tidak bisa naik. Tidak mungkin mereka mendapat 100 persen suara di Palembang. PSU ini,  merupakan pertarungan penting antara Alex dan Deru,”ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Amzulian menyangsikan adanya politik uang yang terjadi dalam pemilukada Sumsel, 6 Juni lalu sehingga harus dilakukan PSU. Sebab, menurutnya, prinsip politik uang adalah cash and carry. Sehingga jika politik uang tidak ada, pihaknya menyangsikan pemilih akan mempertahankan pilihannya.

“Prinsip mereka cash and carry, artinya jika ada uang akan pilih orang yang memberi uang. Ini harus diuji kebenarannya sesuai putusan MK yang mengulang pemilukada Sumsel di beberapa daerah yang di duga terjadi money politics,” tukasnya.

Teks    : Dicky Wahyudi
Editor  : Imron Supriyadi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster