Empat Pilar Kebangsaan dan Kurikulum Nasional

34 total views, 3 views today

OLEH SARONO P SASMITO

ADA yang menarik dari pernyataan Ketua MPR RI Sidarto Danusubroto yang mengatakan perjuangan almarhum Taufiq Kiemas dalam membumikan Empat Pilar Kebangsaan di tengah krisis dan tantangan global saat ini, harus terus dilanjutkan.

Empat Pilar Kebangsaan merupakan langkah nyata pengabdian yang ditorehkan almarhum. Karena itu, salah satu cara untuk terus menghidupkan perjuangan almarhum Taufiq Kiemas, Sidarto meminta Empat Pilar Kebangsaan bisa dimasukkan dalam kurikulum nasional mulai dari SD hingga Perguruan Tinggi.

Pancasila, salah satu Empat Pilar, adalah warisan yang lahir dari the founding fathers. Kita juga sependapat dengan apa yang diutarakan ketua MPR tersebut. Sebab pada kenyataannya Indonesia,  merupakan bangsa besar yang memiliki keragaman etnis, suku, budaya dan agama.

Apalagi kita juga ingat Taufiq Kiemas  yang juga kelahiran Sumatera Selatan sangat gigih menjaga semangat persatuan. Karena itu tindakan intoleran, hemat kami harus ditindak tegas sesuai hukum.

Ternyata Presiden SBY yang mengaku bersahabat dengan TK sejak tahun 2009 juga sependapat dengan adanya dua pesan penting dan prinsip dari TK  yaitu tentang kebangsaan dan menjaga silaturahmi. Banyak kenangan yang manis selama bersama dengan tokoh besar, yang juga besar jasanya terutama mengenai hal-hal prinsip seperti kebangsaan harus kokoh seperi batu. Sedangkan mengenai gaya, pola, dan cara, maka mesti mengikuti arus yang sedang berlaku di masyarakat.

Apalagi kita juga melihat sosok Taufiq adalah seorang konsiliator sejati. Dalam berpolitik selalu ada jarak, namun dalam politik juga bicara kebaikan bersama.

Kita mengharapkan agar apa yang menjadi wacana para pemimpin nasional tersebut dapat direalisasikan. Dengan demikian anak bangsa ini dapat selalu menjaga rambu-rambu kebangsaan berupa 4 pilar bangsa yang terus disosialisasikan hingga sekarang ini.

Sebab jika tidak kita khawatir nilai-nilai yang terkandung dalam Empat Pilar tersebut dilupakan oleh anak bangsa ini. Sebab kecendrungan anak bangsa di jaman-jaman ini selalu berpikir pragmatis dan sering tidak mengindahkan nilai-nilai sejarah yang seharusnya terus diperjuangkan.

Apalgi Pancasila sebagai dasar negara harus ditanamkan dalam jiwa generasi muda terutama mahasiswa. Lebih khusus lagi dalam kondisi sekarang ini banyak tawuran, korupsi, dan premanisme. Kondisi yang memprihatinkan ini relevan kalau kita juga mesti mensosialisasi empat pilar kebangsaan yang mencakup Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.  Sebab dengan  empat pilar kebangsaan tersebut  kita harapkan generasi penerus  mampu menjaga integritas bangsa sehingga melalui sosialisasi tersebut diharapkan mereka dapat menumbuhkan nasionalisme demi terciptanya kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik.

Jika hal  itu tidak dilakukan sejak dini, kita makin khawatir bangsa dan Negara ini bisa terancam disintegrasi yang setiap saat gejala ini makin  terlihat. Baik hal itu kondisi yang terjadi di Aceh maupun Papua. Kita sangat tidak mengharapkan NKRI ini bubar dan kita kembali terpecah belah menjadi negara-negara bagian yang setiap saat juga rentan perpecahan. Moga harapan untuk kita tetap menjaga keutuhan negara ini terwujud dengan baik.





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com