Ratusan Pekerta Duduki Kantor PT BRT

 993 total views,  2 views today

HL-Andalas

Ratusan Pekerta Duduki Kantor PT BRT Akses Jalan Sempat Diblokir | Joen KS

INDERALAYA-KS-Buntut belum adanya penyelesaian perselisihan antara para pekerja dengan PT Bumi Rambang Kramajaya (BRK) Kabupaten Ogan Ilir (OI), ratusan pekerja menduduki perkantoran PT BRK, Jumat (19/7), kemarin.

Selain menduduki kantor, ratusan pekerja juga melakukan aksi penutupan jalan Kabupaten di dua titik menuju perusahaan yakni dkawasan Bedeng Delapan dan Pasar Kalangan sekitar pukul 10.00 Wib.

Aksi tersebut bagian dari tuntutan para pekerja dengan PT BRK, yang tetap meminta dikabulkan mengenai kenaikan gaji sesuai UMP dan SK Gubernur Sumsel sebesar Rp 1.630.000 per karyawan.

Lantaran situasi memanas, Ketua DPRD OI Drs H Iklim Cahya MM didampingi Asisten I Herman SH, Asisten III Ny Hj Nina SH dan Kadisnakertrans Pemkab OI Wilson Ssos langsung terjun kelokasi yang jarak tempuh dari Pemkab OI di Inderalaya menuju PT BRK sekitar 2 jam lebih.

Pantauan Kabar Sumatera dilapangan, ratusan pekerja mulai menutup akses jalan menuju Perkantoran PT BRK sekitar pukul 10.00 WIB. Akses jalan akhirnya jalan sudah mulai dibuka setelah adanya negosiasi dengan pihak Polsek Muara Kuang dipimpin langsung Kapolsek Muara Kuang, Iptu Hermianto.

Sekitar pukul 13.00 WIB, ratusan pekerja mulai dari ibu-ibu hingga bapak-bapak tak ketinggalan anak-anak, mendatangi dan menduduki perkantoran PT BRK.

Tidak ada aktivitas penyadapan getah  karet yang dilakukan para buruh. Bahkan, sudah lebih dari 10 hari, ratusan pekerja mogok kerja membuat PT BRK lumpuh.

Mereka berbondong-bondong ingin mengetahui kejelasan dan keputusan soal penyesuaian upah menurut SK Gubernur yang sudah diperjuangkan selama beberapa hari terakhir.

Sekitar pukul 14.00 WIB, setelah mendapat penjelasan prihal selama  mogok akan tetap dibayar berikut Tunjangan Hari Raya (THR), ratusan buruh membubarkan dengan tertib.

Kapolsek Muara Kuang Iptu Hermianto saat ditemui dilokasi mengakui, maas buruh sempat memblokir akses masuk jalan menuju PT BRK. Aksi tersebut sebagai upaya untuk menuntut upah UMP sebesar Rp 1.630.000.

“Aksi penutupan jalan didua titik, berhasil kita atasi dengan melakukan pendekatan persuasif, sehingga penutupan jalan tidak berlangsung lama,’’ singkatnya.

Ketua DPRD OI, Iklim Cahya dihadapan ratusan pekerja PT BRK, mengatakan, hasil pertemuan pihaknya dengan PT BRK yang dihadiri langsung oleh Dirut PT BRK Rosihan Noch Bayumi  dan Dinas Tenaga Kerja Sumsel termasuk para perwakilan pekerja di Kantor PT BRK jalan Mayor Ruslan Palembang Kamis (18/7), menyatakan bahwa PT BRK tetap tidak akan mengabulkan tuntutan para pekerjanya mengenai kenaikan gaju sesuai UMP dan SK Gubernur Sumsel.

“Alasan Managemen PT BRK belum mengambulkan tuntutan para pekerja, karena upaya hukum yang dilakukan Apindo terhadap SK Gubernur Sumsel , dinyatakan banding, setelah sebelumnya tuntutan Apindo ke PTUN tidak diterima.   PT BRK akan mengambulkan tuntutan para pekerja, jika upaya hukum yang dilakukan Apindo gagal,” ungkapnya.

Baik dewan maupun Pemkab OI meminta, kepada seluruh pekerja untuk tidak membuat gerakan-gerakan yang menjurus anarkis. ’’Mari kita menunggu hasil keputusan kasasi yang tengah diupayakan oleh Apindo, kalau ternyata Apindo gagal, maka PT BRT berjanji akan memenuhi tuntutan pekerja,’’ terang Iklim.

Iklim menambahkan, hak-hak pekerja ketika mogok bekerja, menurut undang-undang masih akan tetap dibayarkan termasuk THR yang juga harus dibayarkan pihak manajemen kepada pekerja.

“Ya, hak pekerja menurut undang-undang, selama mogok akan dibayarkan oleh perusahaan,” tuturnya, disambut riuh ratusan buruh.

Sementara itu, Ketua pekerja PT BRK, Edison mengatakan, para buruh mengaku senang dengan keputusan yang baru diterimanya.

“Ya, kami sangat senang dengan keputusan ini meskipun belum ada keputusan terkait penyesuaian gaji pekerja. Aksi mogok kerja kita tetap dibayar perusahaan, selain itu THR juga dapat dibayar,” ungkapnya.

Untuk gaji sesuai dengan SK Gubernur sebesar Rp 1,630 juta, dirinya dan pekerja lain masih akan sabar menunggu. Para pekerja juga berjanji, sembari menunggu keputusan dari pihak manajemen PT BRK, mereka akan kembali bekerja seperti biasanya.

Teks : Junaedi Abdillah

Editor : Imron SUpriyadi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster