Pemkot tak Bisa Berbuat Banyak

 154 total views,  2 views today

PALEMBANG, KS-Kenaikan tarif parkir secara sepihak yang dilakukan pengelola mal di Palembang, sudah banyak dikeluhkan oleh masyarakat. Namun sayangnya, pemerintah kota (pemkot) Palembang tak bisa berbuat banyak untuk mencegahnya.

Alasannya menurut Kepala Bidang (Kabid) Pengkajian dan Pengembangan Pajak Daerah, Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Palembang, H Oktorianis, penentuan tarif parkir itu bukan dilakukan oleh Dispenda. Penentuan tarif dasar parkir, yang dilakukan pengelola parkir di mal berdasarkan aturan Undang-Undang (UU) Nomor 28 tahun 2009 tentang Besaran Tarif Parkir.

“Kenaikkan tersebut sudah menjadi wewenang pengelola parkir, bukan kita yang tentukan. Namun apabila ada kenaikkan tarif tersebut, tentu pendapatan asli daerah (PAD) kita bisa lebih meningkat,” kata Oktorianis yang dibincangi, Jumat (19/7) di ruang kerjanya.

Ia menjelaskan, pengelolaan parkir selain dilakukan oleh dinas perhubungan (dishub) juga dikelola sendiri oleh pengelola mal. Dari parkir yang dikelola mandiri ini, pemkot mendapatkan pembagian 30 persen dari pendapatan yang didapatkan pengelola parkir.

Dalam kesempatan itu Oktorianis juga menyebut, selama bulan ramadhan, pendapatan dari retribusi parkir di Palembang meningkat. Peningkatannya paling sedikit mencapai 100 persen jika dibandingkan bulan-bulan biasa.

Peningkatan pendapatan dari retribusi parkir ini kata Oktorianis, disebabkan selama ramadhan biasanya masyarakat yang mendatangi mal maupun tempat keramaian lainnya meningkat drastis. Di tambah lagi, masyarakat dari daerah yang ingin belanja di mal-mal.

“Kalau pengalaman kami tahun lalu, selama ramadhan mal dan tempat keramaian diserbu masyarakat. Umumnya mereka menggunakan kendaraan baik roda dua maupun roda empat, ini otomatis pendapatan dari retribusi parkir juga meningkat,” jelas Oktorianis dibincangi, Jumat (19/7).

Ia menyebut, tahun dari parkir ditargetkan pendapatan yang masuk untuk menyumbang PAD sebesar Rp5 miliar. Sampai akhir Juni, realisasinya over target yakni mencapai Rp7 miliar.

“Kami targetkan, sampai akhir tahun ini pajak parkir bisa mencapai Rp10 miliar. Kami optimis ini bisa tercapai, karena biasanya pengunjung akan lebih banyak lagi ketika bulan puasa dan menjelang hari raya Idul Fitri,”ujarnya.

Hanya Berlaku Weekend

Sementara itu, Ketua Promosi dan Even Palembang Indah Mal (PIM), Intan Indirayana dibincangi terpisah mengaku memang ada kenaikan tarif parkir kendaraan bermotor di PIM.

Namun kenaikan tarif parkir itu kata Intan, hanya berlaku pada weekend saja. Sedangkan untuk Senin-Jumat, tarif parkir yang dikenakan pada pemilik kendaraan masih tarif normal.

“Kenaikan tarif parkir weekend ini, sudah berubah sejak Senin (1/7) lalu. Untuk mobil, tarif parkirnya sekarang menjadi Rp6.000 sebelumnya Rp2.000. Sementara untuk sepeda motor, tarif parkirnya sekarang Rp3000,” ungkapnya seraya menjelaskan tarif parkir ini tegasnya, tidak berlaku kelipatan. Artinya pemilik kendaraan hanya satu kali membayar tarif parkir.

Namun pantauan Kabar Sumatera, lain mal lain juga kebijakan untuk tarif parkir. Di Palembang Squere (PS) misalnya, tarif parkir untuk sepeda motor Rp1500 perjam dan berlaku kelipatan. Sedangkan untuk mobil Rp4000 perjamnya.  Artinya, jika pengendara sepeda motor memarkirkan kendaraanya dalam waktu tiga atau empat jam maka tarif parkir yang wajib dibayarkannya Rp4.500.

Teks    : Alam Trie Putra

Editor  : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster