Pedagang Petasan Masih Marak

 182 total views,  2 views today

petasan

Ilst. Petasan | Republika

PALEMBANG, KS-Meskipun sudah ada larangan menggunakan, dan memperjualbelikan petesan atau yang biasa disebut mercon, namun larangan itu justru dicueki masyarakat. Buktinya, petasan masih sangat mudah didapatkan.

Pedagang pun, masih dengan leluasa menjual petasan bahkan di jalan umum salah satunya seperti di Jalan Ki Merogan, Kertapati. Tak hanya di Kertapati, di Jalan Bay Salim Batubara dan sejumlah kawasan lainnya, sangat mudah ditemukan pedagang petasan.

Adi, salah seorang pedagang petasan di kawasan Jalan Ki Merogan mengaku selama ramadhan, minat masyarakat untuk membeli petasan dan kembang api cukup tinggi.

Sehingga walau pun ia tahu, ada larangan menjual petasan namun demi meraup keuntungan ia tidak mempedulikan larangan itu. Namun kata Adi, ia masih secara sembunyi-sembunyi menjual petasan.

“Kalau saya jual petasan hanya sore hari, sekitar pukul 16.00 WIB. Biasanya jam tersebut tidak ada Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) yang berpatroli. Kalau berjualan pagi hari, takutnya barang dagangan kita disita,” jelas Adi ketika dibincangi, Jumat (19/7).

Namun menurut Adi, ia hanya menjual petasan tersebut saat bulan ramadhan saja. Sebab hanya bulan itu saja, banyak masyarakat yang berminat membeli petasan.  “Ini hanya musiman, kalau hari-hari biasa mana laku berjualan petasan. Jadi ini, hanya penghasilan tambahan ketika bulan puasa. Biasanya yang banyak membeli petasan, remaja dan anak-anak,”akunya.

Sementara itu Firman, salah seoarang pedagang petasan di kawasan Jalan Bay Salim mengaku, tidak takut dengan dengan larangan itu. Menurutnya, ia berdagang untuk menafkahi keluarganya.

“Kenapa harus dilarang, kami berdagang untuk menafkahi keluarga. Dibandingkan kami mencari rezeki, dengan cara tidak benar lebih baik dengan cara ini,” ujarnya.

Firman mengaku, selama bulan ramadhan barang dagangannya cukup laris manis. Umumnya anak-anak dan remaja yang membeli petasan itu. “Saya berdagang sejak pagi sampai sore,” ucapnya.

Menanggapi hal tersebut Kepala Sat Pol PP Kota Palembang, Aris Saputra tidak menampik, masih banyak pedagang yang membandel dengan tetap menjual petasan walaupun sudah ada larangan.

Hal itu karena kata Aris, Sat Pol PP masih fokus menertibkan pedagang petasan di kawasan jalan protokol seperti Jalan Jend Sudirman, Jalan Kapten A Rivai, Jalan Kol H Barlian dan kawasan protokol lainnya.  “Kita utamakan jalan protokol terlebih dahulu, baru kejalan lainnya,” ungkapnya.

Namun kata Aris, harusnya masyarakat dan pedagang sadar kalau petasan itu sangat berbahaya dan menganggu ketentraman. “Bermain petasan itu, tidak ada untungnya bagi warga dan lebih banyak celakanya..Yang dapat untung dari petasan ini, hanya pedagang karena itu perlu ditertibkan,” tegasnya.

“Kami tinggal menunggu laporan, apabila ada, kami akan segera kelapangan untuk menertibkan mereka pedagang petasan. Barang dagangan mereka, akan kita sita jika ada pedagang yang menjual petasan,” ancamnya.

Teks    : Alam Trie Putra

Editor  : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster