Harga Karet “Terjun Bebas”, Petani Merugi

 223 total views,  2 views today

PAGARALAM, KS—Akibat harga karet “Terjun Bebas”, sejumlah petani karet di Kota Pagaralam mengeluh. Para petani terpaksa harus menyimpan hasil panen karet yang ada.

Tidak tanggung-tanggung, harga karet yang sebelumnya berkisar Rp 9.000/kg, kini hanya mencapai Rp. 4.000/kg. Padahal, saat bulan Ramadhan, kebutuhan petani  bertambah.

Sejumlah petani terpaksa masih menjual hasil panennya. Pasalnya, jika tidak menjual karet mereka tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Tabran (45) warga Dusun Lubuk Selo mengatakan, sudah sejak satu minggu ini harga karet anjlok dari Rp.9.000/kg menjadi Rp.4.000/kg. Sehingga membuat para petani terpaksa menyimpan hasil panen dan menunda panen.

“Saat ini bukan lagi turun pak, tapi anjlok. Bayangkan, turunnya lebih dari 100 persen dari Rp 9.000 menjadi Rp 4.000 ribu per kilogramnya untuk karet harian,” katanya kemarin.

Ia mengatakan, sejak harga karet anjelok banyak petani menjadi malas pergi ke kebun. Para petani menilai rugi jika harus ke kebun untuk panen karet.  “Ongkos yang dikeluarkan untuk pergi ke kebun saja tidak cukup pak jika harganya segitu. Jadi kita lebih memilih  tidak panen dari pada rugi,” aku Tabran sewot.

Sementara itu, Pedi (31) agen Karet keliling mengatakan, sejak harga karet turun, pihaknya juga  tidak lagi bisa membeli karet dari petani dalam jumlah banyak. Pasalnya banyak petani yang tidak menjual hasil panen mereka.

“Harga karet anjlok, para tengkulak pun ikut rugi. Karena kami tidak dapat barang dari para petani dengan sengaja tidak mau menjual hasil panen mereka,” kelu Pedi.

 

Teks : Antoni Stefen

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster