Tak Miliki Buku Nikah, Ratusan Warga Jalani Sidang Isbat

 282 total views,  2 views today

buku-nikah

Ilst. Buku Nikah

PAGARALAM, KS—Tingkat kepedulian pemerintah terhadap sejumlah warga  yang belum memiliki buku nikah atau belum terdaftar di Kantor Urusan Agama (KUA), mulai dirasakan. Pemerintah Kota Pagaralam melalui Bagian Kesejahteraan Masyarakat bekerja sama dengan Pengadilan  Agama (PA) Kabupaten Lahat, menggelar Nikah Massal bagi warga yang sudah perna menikah tetapi belum terdaftar di KUA dan belun ada  buku nikah, Kamis (18/7) kemarin di Balai Kota Kompleks Terminal Nendagung.

“Sekitar 58  peserta yang berasal dari Kecamatan Pagaralam Selatan, Pagaralam Utara dan Dempo Selatan akan menjalani sidang isbat untuk ngambil buku nikah,” kata Kepala Bagian Kesejateraan Masyarakat Setdako Pagaralam, Yusman Sohar SE, Kamis (18/7) kemarin.

Menurut Yusman Sohar SE sidang isbat dilaksanakan untuk pengadaan buku nikah, mengingat ada sebagian masyarakat belum memiliki buku maupun terdaftar di KUA.

“Hari ini (kemarin) ada sekitar 58 peserta  yang telah mendaftar mesti  sidang Pengadilan  Agama terlebih dahulu, di mana di bawah tahun 1975 tidak ada buku nikah maka Pemkot membantu,” terangnya.

Selain itu, kata Yusman, bagi warga yang pernah memiliki buku nikah,  tapi buku yang ada dalam kondisi terbakar atau  mengalami kehilangan masih bisa dibantu melalui sidang isbat  ini. “Meski begitu, kegiatan ini sebagai wujud kepedulian Pemkot Pagaralam terhadap sejumlah warga yang belum memiliki buku nikah,” kata dia.

Ia mengatakan, sejauh in ada sekitar 58 peserta yang telah mendaftar pada bulan Juni lalu, akan menjalani sidang isbat. Sementara sekitar 33 peserta lagi kemungkinan akan mendapat giliran setelah Idul Fitri nanti.

“Jika tidak ada halangan, kegiatan ini digelar mulai 18-19 Juli 2013. Sementara bagi peserta yang baru mendaftar untuk dapat bersabar dan pastinya akan mendapatkan giliran,” sebutnya.

Sementara itu Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Lahat, Drs H Jasri MHI melalui Humas Drs Ichsan Buana MHI didampingi anggota Panitera Ahmad Aili SH, pihaknya melaksanakan kegiatan ini dalam rangka memenuhi persyaratan penerbitan buku nikah bagi masyarakat  yang sudah menikah tetapi belum terdaftar di KUA.

“Sidang isbat ini selain syarat untuk mengambil buku nikah, termasuk pula  pengurusan bagi mereka yang sudah mendapatkan buku nikah tetapi hilang atau terbakar,” kata Ichsan.

Kegiatan ini, kata dia, akan digelar hingga 19 Juli dengan diikuti sekitar 58 peserta yang telah mendaftar sekitar satu bulan lalu. Sementara peserta lainya yang baru mendaftar akan mendapatkan giliran pada akkhir Agustus 2013.

“Sidang isbat ini selain mau mengambil buku nikah, ada juga pengurusan bagi mereka yang sudah mendapatkan buku nikah tetapi hilang atau terbakar, isbat  perceraian, perkara yang tidak masuk kedalam poligami liar,” jelasnya.

Ditambahkan Aili, sebagai fasilitas pelengkap untuk kebutuhan masyarakat luas, diharapkan agar Pemkot Pagaralam dapat segera menyiapkan lahan atau tempat untuk berdirinya kantor Pengadilan Agama sebagai wadah melaksakan  sidang isbat.

“Hari ini (kemarin) ada  58 pasangan yang sudah daftar pada 27 juni lalu, akan menjalani sidang isbat, terangnya seraya mengatakan, untuk biaya setiap perkara senilai Rp. 291 ribu  dan akan dibayarkan oleh Pemerintah Kota Pagaralam.

 

Teks : Antoni Stefen

Editor: Sarono P Sasmito





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster