Razia Makanan, 50 Toko dan Distributor Dibidik

 121 total views,  2 views today

PALEMBANG, KS-Menjelang Idul Fitri, biasanya permintaan terhadap parcel meningkat. Hal ini sering dimanfaatkan oleh oknum tertentu, dengan menyisipkan barang-barang kadaluarsa dan rusak dalam kemasan parcel.

Mengantisipasi hal itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang bekerjasama dengan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BB POM), Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop), dan Bagian Perekonomian Setda Kota Palembang akan menggelar razia parcel ke toko-toko swalayan dan pedagang parcel.

“Kemungkinan razia parcel ini, kita gelar saat memasuki minggu ketiga ramadhan atau dua minggu sebelum Idul Fitri,” kata Kepala Dinkes Kota Palembang, Gema Asiani yang dibincangi disela-sela pelantikan Sekda Kota Palembang, Kamis (18/7).

Tim gabungan ini kata Gema, akan dipecah dalam lima tim. Ditargetkan sedikitnya 50 toko atau distributor, yang menjual makanan dan minuman akan didatangi.

Bukan hanya makanan dan minuman pada parcel saja, yang menjadi fokus razia. Tetapi juga pada bahan makanan dan minuman lainnya, khususnya makanan dalam kemasan.

Razia itu sebut Gema, merupakan agenda rutin yang dilakukan mereka setiap menjelang lebaran. “Razia ini sengaja dilakukan secara gabungan, agar mempermudah koordinasi dan mengambil tindakan di lapangan jika ditemukan ada pelanggaran oleh  pedagang dan distributor nakal,” ujarnya.

Sebelumnya Gema juga menghimbau masyarakat yang ingin membeli parsel lebaran, diharapkan dapat berhati-hati. Karena dalam setiap paket parsel, seringkali dijumpai bahan-bahan atau barang yang sudah kadaluarsa.

Kemungkinan itu menurut Gema, sangat mungkin terjadi. Sebab makanan dan minuman dalam kemasan parcel sedikit susah dipantau apakah kadaluarsa atau tidak karena sudah terbungkus dalam kemasan.  “Untuk syarat parsel ini tidak boleh kadaluarsa, selain itu mengandung formalin, babi, dan juga masa expired enam bulan pada hari H,” ucapnya.

Untuk mengetahui ada tidaknya unsur yang dilarang dan tidak layak, dinkes akan membuka parsel disetiap lokasi pemantauan, dengan mengambil sampel. Dengan begitu, dapat dipastikan apakah barang yang dikemas dan dipajang layak untuk dijual sebagai parsel atau tidak. Pemeriksaan ini dilakukan secara rutin setiap tahun. “Tahun lalu juga ditemukan barang yang tidak sesuai standar,”ujarnya.

Selain barang yang kadaluarsa, atau mendekati batas kadaluarsa dia juga menganjurkan, agar tidak membeli barang yang penyok. Karena kondisi seperti itu, dikhawatirkan dapat berpotensi timbulnya kuman. Bila dalam pantauannya, ditemukan parsel atau barang dipajang kadaluarsa dan tidak memenuhi standar, maka akan langsung dimusnahkan.

Pemusnahan dilakukan jika volume barang tidak begitu banyak, tetapi bila secara partai besar maka barang akan ditarik lagi oleh distributor. “Untuk pemusnahan sendiri, akan dilakukan dilokasi yang ditentukan, seperti BBPOM, ataupun Dinas Kesehatan,” tukasnya.

Teks    : Alam Trie Putra

Editor  : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster