Kementrian PU Tolak Biayai Duplikasi Ampera

 96 total views,  3 views today

ampera

Ilst. Jembatan Ampera

PALEMBANG, KS-Kementrian Pekerjaan Umum (PU), menolak untuk membiayai pembangunan duplikasi Jembatan Ampera. Kepastian itu disampaikan oleh Ketua Komisi IV DPRD Sumsel, Edward Jaya yang dibincangi beberapa waktu lalu.

Edward menyebut, Kementrian PU menolak membiayai pembangunan duplikasi Jembatan Ampera itu dengan alasan ingin fokus untuk membangun Jembatan Musi III.

“Padahal duplikasi Jembatan Ampera ini, lebih urgen. Karena kondisi Jembatan Ampera, kian mengkuatirkan tidak hanya disebabkan usianya yang sudah tua tetapi juga kepadatan lalu lintas diatas jembatan itu,” kata Edward.

Tak hanya itu, untuk membangun duplikasi Ampera, pemerintah tidak perlu lagi melakukan pembebasan lahan. Karena lahannya sudah ada. Selain itu, pembangunan duplikasi Jembatan Ampera ini tidak menganggu Jembatan Ampera dan Benteng Kuto Besak (BKB) yang menjadi ikon Kota Palembang. Sebab jembatannya, dibangun datar tanpa tower seperti Jembatan Ampera.

Berbeda dengan Jembatan Musi III, yang saat ini menjadi prioritas pemerintah pusat. Menurut Edwar, pembangunan Jembatan Musi III masih tarik ulur, karena Pelindo yang meminta tinggi jembatan dinaikkan sampai 70 meter sehingga kapal bisa melintas dibawahnya.

Padahal jika melihat perkembangan kota kedepannya, maka penambahan tinggi jembatan itu akan sia-sia. Apalagi bila Tanjung Api-Api (TAA) terealisasi, otomatis pelabuhan akan pindah ke TAA dan kapal besar akan jarang melintas dibawah jembatan itu.

Selain itu, lanjut Edwar, pembangunan Jembatan Musi III masih terkendala pembebasan lahan yang sampai saat ini belum juga tuntas dilakukan oleh Pemerintah Kota Palembang. Dengan berbagai pertimbangan itu, Edwar menyarankan agar pemerintah lebih memprioritaskan pembangunan Jembatan Pendamping Ampera.

“Setelah sempat berdebat, Kementerian PU setuju pada APBNP 2013 dianggarkan dana untuk Detail Engginering Desain (DED) nya. Namun mereka tetap keberatan untuk membangun jembatannya,” kata Edward.

Apabila Kementerian PU, tetap tidak mau membiayai pembangunan jembatan pendamping Ampera, maka DPRD Sumsel akan tetap berupaya agar Duplikasi Ampera direalisasikan meskipun menggunakan APBD Sumsel 2014. “Kita perkirakan, pembangunan jembatan pendamping untuk Jembatan Ampera itu setidaknya membutuhkan dana Rp 300 miliar. Itu bisa kita anggarkan di APBD Sumsel, dengan sistem multiyears (tahun jamak). Cukuplah tiga tahun anggaran,” kata Edward.

Namun tegas Edward, Komisi IV akan tetap berusaha agar pembangunan jembatan itu dibiayai oleh APBN. “Setidaknya 50-50, artinya kita Rp 150 miliar dan APBN Rp 150 miliarnya,” tukasnya.

Teks    : Dicky Wahyudi
Editor  : Imron Supriyadi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster