Jelang ISG, Fokus Keamanan

 273 total views,  2 views today

isg

PALEMBANG | KS-Payung hukum berupa Keputusan Presiden (Keppres) mungkin belum dikeluarkankan Presiden Republik Indonesia (RI), Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kepada Sumatera Selatan (Sumsel) selaku tuan rumah Islamic Solidarity Games III di Palembang, 22 September-1 Oktober 2013 mendatang.

Tetapi hal tersebut nyatanya tak membuat pemerintah Sumsel lantas berleha-leha dalam mempersiapkan diri. Salah satunya, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumsel mulai melakukan persiapan dengan mengajukan langsung rancangan kepanitiaan lokal ke Menpora, dan mempersiapkan pengamanan lebih extra dari SEA Games XXVI tahun 2011 yang lalu.

Sekretaris Umum (Sekum) KONI Sumsel, Maryama Bustam mengatakan, pihaknya kemarin sudah mengadakan rapat mengenai kepanitian lokal interen di KONI Sumsel, lalu langsung menuju Jakarta untuk mengajukan draf susunan kepanitiaan lokal. Dalam pembahasannya, ternyata perhatian lebih masalah pengamanan menjelang pertandingan dan sesudah pertandingan menjadi hal terpenting.

“Kita sudah melakukan pengajuan draf kepanitian lokal ke Jakarta, kita tinggal menunggu hasilnya saja. Karena Keppres nya belum keluar jadi untuk pastinya jumlah panitia lokal nantinya. Namun untuk pengamanan akan kita maksimalkan dan lebih extra karena negara-negara yang akan bertanding ini ada yang masih komflik,” katanya, saat dibincangi di ruangannya, Kamis (18/7) kemarin.

Ia menjelaskan, masalah pengamanan yang nantinya akan dilakukan pada ISG memang akan berbeda. Pengamanan lebih extra, dengan pertimbangan masih banyaknya negara peserta yang mengalami konflik. Dan Sumsel sebagai tuan rumah tentunya tidak ingin terjadi perselisihan di antara negara yang bertikai.

“Tapi untuk hal itu kita tak bisa berbicara lebih karena Keppresnya belum turun. Intinya kita usahakan akan mengadakan pengamanan terhadap negara-negara yang tengah konflik,” bebernya.

Mengenai masalah kepanitiaan, persiapan, pengamanan, ini merupakan unsur vital dalam pelaksanaan suatu kegiatan olahraga apalagi sekelas ISG, jadi harus segera dibentuk karena masa persiapan tinggal dua bulan lagi.

“Bisa dikatakan hampir 90 persen susunan kepanitiaan akan berasal dari Sumsel karena berkaitan dengan hal-hal teknis seperti pengamanan,” katanya.

Pengamanan extra ini sangat lah penting karena yang akan mengikuti ISG ini nantinya sebanyak 1.759 orang atlet dan 624 orang ofisial dari 25 negara akan ambil bagian pada ISG, ajang olahraga edisi ke-3 itu yang mempertandingkan 13 cabang olahraga.

Serta  sebanyak 25 negara telah memastikan keikutsertaan, diantaranya Maladewa, Suriah, Oman, Brunei Darusalam, Irak, Sudan, Kuwait, Bahrain, Tunisia, Iran, Gambia, Pakistan, Arab Saudi, Mesir, Yordania, Azerbaijan, Suriname, Mozambiq, Albania, Aljazair, Guinea, Turki, dan Indonesia.
TEKS: SADAM MAULANA

EDITOR:RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster