Jaksa Tanggapi Esepsi Dirut PT Orchid

 404 total views,  2 views today

jaksa

PALEMBANG KS-Sidang lanjutan kasus penipuan yang dilakukan Dirut apartemen Orchid Palembang Hartono Gunawan dan Petrus Yong Fendi kembali digelar di Pengadilan Negeri Palembang, Kamis (18/7) yang dipimpin majelis hakim Ali Maki SH MH.

Kedua terdakwa kembali duduk dikursi pesakitan untuk mendengarkan sanggahan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengenai esepsi atau nota pembelaan yang diajukan dari kuasa hukum kedua terdakwa Rusmin Wijaya SH beberapa waktu lalu.

Menurut JPU Reni Purnamawati, esepsi yang diajukan kuasa hukum kedua terdakwa semuanya tidak beralasan. Karena setelah dibaca secara teliti dapat disimpulkan bahwa ada tiga hal yang menjadi dasar nota keberatan penasehat hukum terdakwa yakni surat dakwaan tidak memenuhi syarat materil, surat dakwaan telah bertentangan dengan ketentuan pasal 143 ayat 2 huruf b jo pasal 143 ayat 3 KUHP dan surat dakwaan bertentangan dengan asas kecermatan dan ketelitian serta kejelasan.

“Untuk mengetahui secara jelas, kita uji satu persatu atas keberatan tersebut. Dalam pasal 156 ayat 1 KUHAP, jelas dinyatakan bahwa materi nota pembelaan menyangkut tiga hal tersebut yaitu, pengadilan tidak berwenang mengadili perkaranya, dakwaan tidak dapat diterima dan surat dakwaan harus dibatalkan,” katanya.

Lanjutnya, sebagai JPU dirinya telah menyusun secara cermat, jelas dan lengkap mengenai tindak pidana yang didakwakan sebagaimana diatur dalam pasal 143 ayat 2 huruf b KUHAP yakni secara kronologis telah diuraikan tentang kapan dan dimana perbuatan tersebut terjadi. Selain itu, bagaimana cara terdakwa melakukan perbuatan tersebut.

“Kami menolak esepsi kuasa hukum terdakwa dan melanjutkan kasus ini hingga sidang putusan,” tegasnya.

Sedangkan pada sidang sebelumnya kuasa hukum kedua terdakwa Rusmin Wijaya SH dan Bregas Andariksa SH, menilai dakwaan JPU kabur. Pasalnya, kuasa hukum terdakwa menganggap bahwa ada pengkriminalisasian ataupun rekayasa terhadap kedua kliennya.

JPU juga dianggap kurang teliti atas dakwaan yang dijatuhkan dengan asas ketelitian. Alhasil, dalam kesempatan tersebut kedua terdakwa melalui kuasa hukumnya meminta kepada Majelis Hakim untuk mengabulkan nota keberatan yang diajukan pihaknya.

“Dari nota pembelaan tersebut dapat disimpulkan bahwa dakwaan yang dajukan jaksa tidak riil. Dan dalam kesempatan ini kami meminta kepada yang mulia menerima nota keberatan, menyatakan dakwaan jaksa bertentangan dengan pasal 143 ayat 2 huruf b berdasarkan asas ketelitian, mengembalikan nama baik kedua terdakwa dan membebankan seluruh biaya perkara kepada Negara,” ungkapnya penasehat hukum kedua terdakwa.

TEKS : WARDOYO

EDITOR : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster