Pengusaha Turki Survei Geothermal Di Sumsel

 335 total views,  6 views today

FHOTO-HL-Audensi-dgn-turki-1

Pengusaha Asal Turki Mehmet Emin Hitay, Audiensi dengan Gubernur Sumsel Alex Noerdin di Grya Agung Palembang

PALEMBANG | KS-Peluang Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menjadi lumbung investasi masa depan di Indonesia semakin dekat terutama di bidang pertambangan. Pasalnya, pengusaha Geothermal asal Turki Mehmet Emin Hitay telah mendapatkan izin penugasan untuk melakukan survei pendahuluan tentang angka potensi geothermal di dua wilayah di Sumsel yaitu Tanjung Sakti dan Empat Lawang.

Pihak Emin Hitay telah menyiapkan perusahaan yaitu PT. Hitay Tanjung Sakti Energi dan PT Hitay Lawang Energi.

Hal ini tertuang saat Gubernur Sumsel menerima Presiden Direktur PT. Hitay Tanjung Sakti Energi, Mr. Mehmet Emin Hitay, Rabu (17/07) di Ruang Rapat Griya Agung Palembang.

Dalam audensi ini Gubernur H Alex Noerdin didampingi Kepala Dinas Pertambangan Sumsel Robert Heri dan Kepala Badan Promosi dan Perizinan Penanaman Modal Daerah (BP3MD) Sumsel, Permana.

Robert Heri mengatakan, audensi tersebut membahas tentang penetapan 3 wilayah kerja panas bumi (WKP) geothermal untuk Sumsel yaitu Tanjung Sakti, Lawang (Empat Lawang), dan Rawas (Musirawas). Dua dari tiga wilayah tersebut yaitu Tanjung Sakti dan Lawang (Empat Lawang)  telah didapatkan oleh pihak Mehmet Emin Hitay untuk izin penugasan melakukan survei pendahuluan tentang angka potensi geothermal.

Robert menambahkan, untuk wilayah Rawas telah didrop atau dibatalkan, sebab wilayah Rawas (Musirawas) merupakan wilayah konservasi.

“Survei pendahuluan ini diperkirakan akan berlangsung enam sampai satu tahun, namun diharapkan secepatnya diselesaikan,” terangnya.

“Setelah berhasil dalam survei pendahuluan, kemudian akan ditetapkan untuk dikembangakan dan baru akan ditenderkan siapa yang akan mengelola biotermal ini,” tambahnya.

Sementara Kepala Badan Promosi, Perizinan, dan Penanaman Modal Daerah (BP3MD) Sumsel Permana mengatakan, untuk nilai investasi geothermal ini diperkirakan mencapai 2 sampai 4 triliun. “Namun ini akan berjenjang panjang dan tidak seperti tenaga listrik yang dijual langsung ke PLN,” jelasnya.

Permana menambahkan, pengajuan minat investasi ini telah lama diajukan oleh pihak PT. Hitay sejak tahun 2010 lalu dan kepastian dua wilayah di Sumsel ini telah direalisasi oleh Menteri SDM RI. Selain itu,  pihak  Mehmet Emin Hitay telah mendapatkan enam titik survei pendahuluan di Indonesia yaitu Jawa Timur, Bandung, dan dua titik di antaranya di Provinsi Sumsel, bahkan mereka telah lama menyiapkan perusahaan yaitu PT. Hitay Tanjung Sakti Energi, PT. Hitay Lawang Energi, dan PT. Hitay Rawas Energi.

TEKS : JADID ULUL ALBAB

EDITOR : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster