Pemilukada Sumsel Berpotensi Putaran ke Dua

 141 total views,  2 views today

pilkadaPALEMBANG, KS-Pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) Sumatera Selatan (Sumsel), tidak hanya akan mengalami pemungutan suara ulang (PSU) tetapi juga berpotensi besar untuk terjadinya putaran kedua.

Prediksi ini disampaikan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel Divisi Teknis dan Data, Herlambang saat rapat dengar pendapat soal pelaksanaan pemungutan suara ulang antara Komisi I DPRD Sumsel dengan KPU Sumsel, Biro Hukum dan HAM Pemprov Sumsel dan beberapa pihak terkait lainnya di ruang rapat Komisi I, Rabu (17/7).

“Kalau analisa dari keputusan yang dikeluarkan Mahkamah Konstitusi (MK), ada kemungkinan pemilukada Sumsel berlanjut ke putaran kedua. Oleh sebab itu, PSU ini sangat penting, karena selain dapat menentukan siapa pemenang pemilukada Sumsel tetapi juga bisa membuka peluang terjadinya putaran kedua,” kata Herlambang.

Namun kata Herlambang, KPU baru mengusulkan anggaran untuk pemungutan suara ulang sebesar Rp42 miliar. Sedangkan jika terjadi putaran kedua, KPU memprakirakan anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp73 miliar.

Jika ini terjadi menurut Ketua Komisi I DPRD Sumsel, Yuswar Hidayatullah, akan sangat membebankan anggaran. Sebab jika pemilukada Sumsel, harus putaran kedua otomatis dana harus dianggarkan kembali.

“Untuk pemilukada ulang saja, KPU mengajukan anggaran Rp42 miliar. Sedangkan jika terjadi putaran kedua, mereka mengusulkan dana lagi sekitar Rp73 miliar. Inikan sangat besar dan menghabiskan anggaran,” ungkap Yuswar.

Namun jelas politisi PKS ini, dana itu tetap harus di anggarkan di anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Sumsel perubahan pada pos belanja hibah. “Konsekuensinya, anggarannya semua satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terpaksa dikurangi 10 persen. Resikonya, memang kinerja SKPD akan terganggu,” ungkapnya.

Terpisah Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumsel, Darmadi Djufri mengatakan hari ini pihaknya akan melakukan rapat koordinasi untuk membahas langkah yang akan diambil dalam menghadapi PSU, yang katanya akan dilakukan akhir Agustus atau awal September 2013.

Meskipun dalam pemilukada Sumsel 5 Juni lalu, suara untuk pasangan calon no urut 1 Eddy Santana Putra-Wiwiet Tatung (ESP-WIN) terpaut jauh, namun pihaknya yakin pasangan ESP-Win bisa merebut kemenangan.  “Target kita dalam PSU ini ada dua. Yang pertama merebut kemenangan, dan yang kedua menggiring terjadinya putaran kedua,” ujar Darmadi.

Karena PSU ini tidak ada sosialisasi dan masa kampanye, maka Darmadi mengatakan akan meraup banyak dukungan dengan cara memaksimalkan mesin partai, memperbanyak saksi dan lainnya.

Teks    : Dicky Wahyudi

Editor  : Imron Supriyadi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster