Laporkan Jika tak Diberi THR

 213 total views,  2 views today

thr

Ilst | Anneahira.com

PALEMBANG, KS-Para pengusaha di Palembang dihimbau agar dapat membayarkan tunjangan hari raya (THR) kepada pekerja atau karyawannya, paling lambah H-7 sebelum Idul Fitri. Besaran yang harus dibayar oleh perusahaan, disesuaikan dengan masa kerja karyawan pada perusahaan tersebut.

Jika ada perusahaan yang tidak membayarkan THR tersebut, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Palembang, Gunawan menghimbau agar karyawan atau pekerjanya untuk melaporkannya ke Disnaker.

“Kita akan memberikan surat edaran ke semua perusahaan di Palembang, terkait pemberian THR ini. Kita masih akan menunggu surat, yang ditandatangani wali kota. Namun jika dalam minggu ini belum ada tanda tangan, Disnaker akan tetap mengeluarkan surat edaran sendiri,” kata Gunawan yang dibincangi di ruang kerjanya, kemarin.

Ia menyebut, saat ini jumlah perusahaan yang terdata di Disnaker Palembang ada 3100 perusahaan. Perusahaan-perusahaan itu, masuk katagori wajib lapor. Artinya, mereka harus melaporkan apakah THR sudah dibayarkan atau belum ke karyawannya ke Disnaker.

Jika mereka tidak sanggup membayarkan THR, maka diharuskan memberi tahukan itu kepada Disnaker dan karyawannya. “Semaksimal mungkin akan kita sosialisasikan hal ini, sebagian ada yang sudah diberitahu via telepon dan yang lainnya menunggu edaran,”ujarnya.

Berapa besaran THR yang harus dibayarkan ?, Gunawan menyebut itu semua tergantung dengan masa kerja karyawan bersangkutan. Untuk pekerja yang usia kerjanya lima tahun, maka pihak perusahaan harus membayar THR minimal setara satu bulan gaji. Sementara untuk masa kerja tiga bulan, maka pembayarannya proporsional. “Untuk yang kurang dari tiga bulan, itu tergantung kebijakan perusahaan. Pemberian ini memang ada aturannya,”ucapnya.

Gunawan mencontohkan, bagi pegawai yang usia kerjanya enam bulan, maka penghitungannya 6/12 dikali gaji satu bulan. Begitu juga dengan masa kerja tiga bulan, penghitungan ini menurutnya sudah ada dalam aturan, sehingga ada pihak usaha dapat mengacu pada aturan tersebut.

“Untuk pembayaran ini, kami menghimbau agar paling lambat diberikan pada H-7 lebaran. Perihal bentuk THR yang diberikan, harusnya berbentuk uang. Tetapi tidak menutup kemungkinan bagi perusahaan yang ingin memberikan dalam bentuk barang,”tukasnya.

Teks    : Alam Trie Putra

Editor  : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster