EFEK ‘BLUNDER’ PARUH MUSIM

 300 total views,  2 views today

HL--SFC-TEAM

Ilst Skuad SFC

PALEMBANG | KS-Pada akhir putaran pertama kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2012/2013, hasil yang diraih Sriwijaya FC (SFC) terbilang cukup bagus. Meski sempat terseok-seok di awal kompetisi, perlahan SFC mampu memperbaiki peringkat hingga bertengger di posisi tiga paruh musim.

Posisi ini, nyatanya terus dipertahankan SFC hingga beberapa laga di putaran kedua kompetisi hingga beberapa pekan sempat meneror posisi pemuncak klasemen sementara, Persipura Jayapura. Sayang, di tiga laga terakhir SFC mulai tampil melempem.

Hanya meraup dua poin dan hingga membuat SFC gagal memperbaiki posisi dari urutan keempat. Bahkan klub berjuluk Laskar Wong Kito terbilang cukup rentan tergeser jika terus mengalami kegagalan. Mengingat Mitra Kukar dan Barito Putra dibawahnya tak terpaut jauh dalam hal perolehan poin.

Apalagi pada kenyataannya SFC sempat dihajar Persepam Madura United (P-MU) (0-4) di laga terakhir di kandang sendiri, Senin (15/7) lalu. Sebuah modal buruk jelang laga tandang ke markas PSPS Pekanbaru, Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, Senin (22/7) mendatang.

Pelatih SFC, Kas Hartadi mengungkapkan hasil ini jelas mempengaruhi tim secara mental. Tim yang dia anggap kehilangan motivasi di tiga laga terakhir seperti kesulitan dalam memetik kemenangan. Meski di akuinya motivasi mengendur bukan satu-satunya faktor rapuhnya SFC.

Menurut Kas, satu fakta lain yang membuat timnya mulai tampil tak konsisten adalah amunisi yang sangat terbatas. Tidak banyak pilihan dalam meracik beberapa alternatif.

“Seperti lawan Persepam, di bench kita hanya punya tiga pilihan yang dapat membawa perubahan, yakni Dodok Anang Zuanto, Diego Michiels dan Ramdani Lestaluhu. Ini dapat menipis lagi jika ada yang absen. Selebihnya kita hanya punya pemain muda yang minim jam terbang dan cukup riskan diturunkan saat situasi genting,” ungkap pelatih asal Solo.

Mengenai terbatasnya pilihan pemain, Kas tidak menampik jika banyaknya pemain yang dilepas di putaran pertama lalu membawa dampak besar. Sebuah blunder yang menyebabkan stock amunisi terbatas. Kendati mendatangkan dua punggawa anyar, tetapi tetap dianggap tak sebanding dengan kenyataan SFC melepas tujuh pemain.

“Dengan sedikitnya pemain tidak memungkinkan kita melakukan rotasi. Ini dampaknya besar pada kebugaran pemain yang dapat terkuras tanpa adanya pelapis sepadan. Jika sudah begini pasti ada saatnya tim tidak konsisten dan menuai hasil buruk akibat selalu diturunkan disetiap laga,” terangnya.

Untuk itu, Kas berharap semua pihak dapat memaklumi. Walaupun hasil yang diraih tergolong buruk dan aib, akan tetapi menjadi adil jika support terus diberikan. Dan di musim depan akan mendapat hasil lebih baik lagi. “Kita gagal di musim ini dan mudah-mudahan musim depan bisa menjadi juara,” ujar pelatih berusia 42 tahun.

Sebelumnya, Manajer SFC, Robert Heri mengatakan dilepasnya beberapa pemain seperti Taufiq Kasrun, Imanuel Wanggai, Aliyudin, Sultan Samma, M. Fakhruddin dan Hilton Moreira dilepas lantaran beberapa faktor.

Selain menekan biaya operasional mengenai gaji pemain, alasan lain yakni ingin memaksimalkan pemain muda untuk mencicipi ketatnya kompetisi kasta tertinggi sepakbola tanah air. “Kita mengikuti satu kompetisi dan cukup wajar kita merampingkan tim,” terang Robert.

TEKS: SADAM MAULANA

EDITOR:RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster