50 % Mie dan Tahu Mengandung Formalin

 127 total views,  3 views today

mie-gogreng

Ilst. Mie Goreng | KS

PALEMBANG, KS- Pemerintah Kota (pemkot) Palembang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang, terus memantau aneka makanan yang ada di pasar bedug, hal ini dilakukan agar masyarakat Kota Palembang terhindar dari makanan yang mengandung formalin.

Kepala Dinkes Kota Palembang, Gema Asiani mengatakan dari hasil 63 sample makanan yang diambil di tujuh titik pasar bedug yang ada di Kota Palembang, terdapat 30 sample mie dan tahu mengandung formalin atau sekitar 50 persen mengandung formalin.

“Sample yang kita lakukan ini baru di tujuh titik pasar bedug, kita akan mengambil sample lagi di pasar bedug lainnya. Tahun kemarin, kita ambil sample makanan untuk dicek, takutnya mengandung formalin dan zat pengawet lainnya yang membahayakan di 19 titik pasar bedug,” kata Gema dibincangi, Rabu (17/7).

Sambung Gema, tujuh titik pasar bedug yang telah diambil samplenya dan positif mengandung formalin pada mie dan tahu yakni, pasar bedug Cinde, SMP Muhammadiyah Balayuda, Demang Lebar Daun, Pasar Bedug Polygon, Pasar Bedug Atom, Pasar Bedug Sako dan Pasar Bedug Lemabang.

“Kemarin, Rabu (17/7) kita telah melayangkan surat kepada pedagang pasar bedug yang terbukti positif menjual makanan yang mengandung formalin dari hasil sample yang telah kita periksa. Dari surat tersebut, mereka diminta jangan lagi membeli dan menjual bahan makanan formalin. Jadi kita tindak lanjuti, kita telusuri sehingga kita tahu dimana mereka membeli tahu maupun mie itu,”ujar Gema.

Lebih jauh Gema menjelaskan, pihaknya juga sudah melaporkan hasil pantauan serta penelitian dari sample pasar bedug yang positif mengandung formalin ke wali kota dan sekda. “Kita sudah laporkan hasil sample ini ke walikota dan sekda,” jelasnya.

Gema menghimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati mengkonsumsi makanan, sehingga terhindar dari makanan mengandung formalin. “Contoh ciri-ciri tahu yang mengandung formalin keras tidak mudah hancur, baunya menyengat dan begitu juga dengan mie kuning terlihat licin serta berbau khas menyengat. Tahu dan mie yang mengandung formalin tidak rusak selama tiga hari, jadi hati-hati,”imbuhnya.

Gema berharap, untuk penjualan bahan pengawet formalin tersebut hendaknya diperketat. “Kami harapkan diperketat untuk penjualan formalin ini, seperti diperbolehkan pembeli untuk laboratorium. Jangan dijual ke ibu rumah tangga. Tidak boleh untuk penjualan bebas. Sebab bahan makanan yang mengandung formalin bisa merusak tubuh kita, banyak dampaknya diantaranya menyebabkan pusing kepala sampai bisa menimbulkan penyakit kanker hati,”tukasnya.

PALEMBANG, KS- Pemerintah Kota (pemkot) Palembang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang, terus memantau aneka makanan yang ada di pasar bedug, hal ini dilakukan agar masyarakat Kota Palembang terhindar dari makanan yang mengandung formalin.

Kepala Dinkes Kota Palembang, Gema Asiani mengatakan dari hasil 63 sample makanan yang diambil di tujuh titik pasar bedug yang ada di Kota Palembang, terdapat 30 sample mie dan tahu mengandung formalin atau sekitar 50 persen mengandung formalin.

“Sample yang kita lakukan ini baru di tujuh titik pasar bedug, kita akan mengambil sample lagi di pasar bedug lainnya. Tahun kemarin, kita ambil sample makanan untuk dicek, takutnya mengandung formalin dan zat pengawet lainnya yang membahayakan di 19 titik pasar bedug,” kata Gema dibincangi, Rabu (17/7).

Sambung Gema, tujuh titik pasar bedug yang telah diambil samplenya dan positif mengandung formalin pada mie dan tahu yakni, pasar bedug Cinde, SMP Muhammadiyah Balayuda, Demang Lebar Daun, Pasar Bedug Polygon, Pasar Bedug Atom, Pasar Bedug Sako dan Pasar Bedug Lemabang.

“Kemarin, Rabu (17/7) kita telah melayangkan surat kepada pedagang pasar bedug yang terbukti positif menjual makanan yang mengandung formalin dari hasil sample yang telah kita periksa. Dari surat tersebut, mereka diminta jangan lagi membeli dan menjual bahan makanan formalin. Jadi kita tindak lanjuti, kita telusuri sehingga kita tahu dimana mereka membeli tahu maupun mie itu,”ujar Gema.

Lebih jauh Gema menjelaskan, pihaknya juga sudah melaporkan hasil pantauan serta penelitian dari sample pasar bedug yang positif mengandung formalin ke wali kota dan sekda. “Kita sudah laporkan hasil sample ini ke walikota dan sekda,” jelasnya.

Gema menghimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati mengkonsumsi makanan, sehingga terhindar dari makanan mengandung formalin. “Contoh ciri-ciri tahu yang mengandung formalin keras tidak mudah hancur, baunya menyengat dan begitu juga dengan mie kuning terlihat licin serta berbau khas menyengat. Tahu dan mie yang mengandung formalin tidak rusak selama tiga hari, jadi hati-hati,”imbuhnya.

Gema berharap, untuk penjualan bahan pengawet formalin tersebut hendaknya diperketat. “Kami harapkan diperketat untuk penjualan formalin ini, seperti diperbolehkan pembeli untuk laboratorium. Jangan dijual ke ibu rumah tangga. Tidak boleh untuk penjualan bebas. Sebab bahan makanan yang mengandung formalin bisa merusak tubuh kita, banyak dampaknya diantaranya menyebabkan pusing kepala sampai bisa menimbulkan penyakit kanker hati,”tukasnya.

Teks    : Alam Trie Putra

Editor  : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster