SKPD di Pali Belum Terbentuk

 283 total views,  2 views today

pali

PALEMBANG, KS-Walau sudah dilantik beberapa bulan, namun sampai saat ini carateker Bupati Penukal Abab, Lematang Ilir (PALI), belum juga berhasil membentuk satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

Padahal pembentukan SKPD ini menurut anggota DPRD Sumsel, Rizal Kenedy, menjadi salah satu tugas yang harus segera dilaksanakan oleh carateker Bupati Pali.

“Selain itu, keberadaan SKPD itu sangat penting untuk kebutuhan anggaran dan kebutuhan masyarakat agar ada yang bisa mengakomodirnya,” kata Rizal yang dibincangi, Senin (16/7).

Politisi PPP yang duduk di DPRD Sumsel dari daerah pemilihan (dapil) Muara Enim dan Prabumulih ini menyebut, saat ini baru ada satu pejabat yang mendampingi carateker bupati menjalankan roda pemerintahan yakni Asisten II yang merangkap sebagai sekretaris daerah (sekda).

“Karenanya kita mendesak carateker Bupati Pali, segera membentuk SKPD di lingkungan Kabupaten Pali. Sehingga roda pemerintahan dan pelayanan publik, segera berjalan,”desaknya.

Rizal juga menyebut, eks kantor PT Musi Hutan Persada (MHP) yang bakal dijadikan kantor Bupati Pali dinilai cukup layak. Namun perlu ada rehab, agar bangunan itu bisa dipakai sebagai kantor pemerintahan.

Namun itu sebut Rizal, sifatnya sementara. Untuk lokasi perkantoran yang definitip, nantinya akan di tuangkan dalam peraturan daerah yang di sahkan oleh DPRD dan Bupati.

Dimana lokasinya ?, ia menyebut semua wilayah dan daerah lebih dekat dan cocok. Namun bagaimana pihak eksekutif dan legislatif di Kabupaten PALI, bisa mengakomodir semua kepentingan sehingga lokasi perkantoran Pemkab Pali bisa di jangkau oleh masyarakat.

Sedangkan untuk pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) PALI, diperkirakan digelar awal tahun 2015. “Mungkin 2014 akhir, sudah masuk tahapan pemilukada,” ujarnya.

Namun untuk pembentukan DPRD Pali kata Rizal, pada Pemilu 2014 masih akan menginduk ke DPRD Muara Enim. Namun di September, setelah DPRD Muara Enim dilantik maka ada 10 anggota dewan dari dapil Pali kembali kesana.

Setelah itu, baru dilaku penambahan 15 anggota DPRD PALI yang baru. Penambahan ini jelasnya, biasanya diambil dari parpol peserta pemilu 2014 yang mendapatkan suara maupun yang menjadi pemenang.

Teks : Dicky Wahyudi

Editor : Imron Supriyadi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster