Pendonor Darah Berkurang

 429 total views,  2 views today

donor-darah

Ilst. Suasana Doror Darah di HU Kabar Sumatera

PALEMBANG, KS-Kebutuhan darah di Palembang, perharinya mencapai 75 kantong. Tingginya kebutuhan darah ini, kadangkala sering membuat stok darah di kota empek-empek ini kehabisan.

Kondisi ini, kian mengkuatirkan karena sebentar lagi umat Islam akan menjalankan ibadah puasa di bulan suci ramadhan. Biasanya di bulan tersebut menurut Kepala Bidang (Kabid) PSDM, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang, dr. Anton Suwindro, jumlah masyarakat yang mendonorkan darahnya berkurang drastis.

Biasanya jelas Anton, di bulan suci ramadhan pendonor muslim mengalami penurunan sebesar 50 persen. Agar stok darah di Palembang tidak kehabiskan, Dinkes kata Anton, akan bekerjasama dengan kaum non muslim di Palembang untuk menggalakkan donor darah.

“Kami telah kirimkan surat kepada saudara-saudara kita yang non muslim, surat itu ditujukan ke pengurus vihara, gereja dan klenteng untuk mengajak umatnya mendonorkan darah,” kata Anton saat dibincangi, kemarin.

Anton mengatakan, Dinkes akan melakukan donor darah di rumah-rumah ibadah seperti gereja, klenteng, dan lainnya. Biasanya kegiatan itu sambungnya, akan digelar di hari Minggu.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya sebut Anton, cukup banyak umat non muslim yang mendonorkan darahnya. “Kebutuhan darah sekitar 75 kantong perhari, alhamdulillah kebutuhan atau stok darah cukup,”tegasnya.

Sambung Anton, sebenarnya ada pendonor muslim yang tetap mendonorkan darahnya di bulan puasa. Namun angkanya bisa dikatakan sedikit, sekitar 20 persen di hari-hari biasanya. Dan mereka, melakukan donor darah ketika selesai melakukan shalat tarawih

“Banyak alasan orang muslim yang enggan melakukan donor darah ketika bulan puasa tersebut, misalnya karena takut lemes, dan banyak lagi alasan lainnya, kami juga toleransi kepada mereka yang menjalankan ibadah puasa,”katanya

Lebih jauh Anton menjelaskan, darah ini bersifat universal dan bisa dipakai siapa saja. Bagi siapa saja yang membutuhkan, bisa di pakai.

“Kalau dikatakan darah orang muslim harus di donorkan kepada orang muslim juga, itu alasan yang salah. Karena darah tidak pernah memandang syara’, siapun yang membutuhkan bisa menggunakannya,”tukasnya.

PALEMBANG, KS-Kebutuhan darah di Palembang, perharinya mencapai 75 kantong. Tingginya kebutuhan darah ini, kadangkala sering membuat stok darah di kota empek-empek ini kehabisan.

Kondisi ini, kian mengkuatirkan karena sebentar lagi umat Islam akan menjalankan ibadah puasa di bulan suci ramadhan. Biasanya di bulan tersebut menurut Kepala Bidang (Kabid) PSDM, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang, dr. Anton Suwindro, jumlah masyarakat yang mendonorkan darahnya berkurang drastis.

Biasanya jelas Anton, di bulan suci ramadhan pendonor muslim mengalami penurunan sebesar 50 persen. Agar stok darah di Palembang tidak kehabiskan, Dinkes kata Anton, akan bekerjasama dengan kaum non muslim di Palembang untuk menggalakkan donor darah.

“Kami telah kirimkan surat kepada saudara-saudara kita yang non muslim, surat itu ditujukan ke pengurus vihara, gereja dan klenteng untuk mengajak umatnya mendonorkan darah,” kata Anton saat dibincangi, kemarin.

Anton mengatakan, Dinkes akan melakukan donor darah di rumah-rumah ibadah seperti gereja, klenteng, dan lainnya. Biasanya kegiatan itu sambungnya, akan digelar di hari Minggu.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya sebut Anton, cukup banyak umat non muslim yang mendonorkan darahnya. “Kebutuhan darah sekitar 75 kantong perhari, alhamdulillah kebutuhan atau stok darah cukup,”tegasnya.

Sambung Anton, sebenarnya ada pendonor muslim yang tetap mendonorkan darahnya di bulan puasa. Namun angkanya bisa dikatakan sedikit, sekitar 20 persen di hari-hari biasanya. Dan mereka, melakukan donor darah ketika selesai melakukan shalat tarawih

“Banyak alasan orang muslim yang enggan melakukan donor darah ketika bulan puasa tersebut, misalnya karena takut lemes, dan banyak lagi alasan lainnya, kami juga toleransi kepada mereka yang menjalankan ibadah puasa,”katanya

Lebih jauh Anton menjelaskan, darah ini bersifat universal dan bisa dipakai siapa saja. Bagi siapa saja yang membutuhkan, bisa di pakai.

“Kalau dikatakan darah orang muslim harus di donorkan kepada orang muslim juga, itu alasan yang salah. Karena darah tidak pernah memandang syara’, siapun yang membutuhkan bisa menggunakannya,”tukasnya.

Teks    : Alam Trie Putra

Editor  : Dicky Wahyudi

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster