Operasi Patuh 2013 Jaring 108 Pengendara

 130 total views,  2 views today

Indralaya,-KS-Operasi Patuh 2013 yang di gelar Satlantas Polres Ogan Ilir  sejak 4-15 Juli telah menjaring sekitar  108  pengendara baik pengguna kendaraan roda empat maupun roda dua.

Data yang diperoleh dari Polres OI, dari jumlah tersebut, 24  pengendara mendapat tindakan berupa teguran, sedangkan sisanya sebanyak 84 pengendara terkena tilang.

Jumlah tersebut menurun dibandingkan dengan tahun 2012 lalu dimana jumlah pelanggaran lalulintas sebanyak 249 perkara dengan rincian mendapat sanksi tilang 166 dan teguran 83 pengendara.

Kapolres OI, AKBP Deni Dharmapala melalui Kasatlantas OI AKP Harris Barata,  mengatakan, jumlah tersebut menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya, penurunan angka tersebut bisa disebabkan mulai adanya kesadaran dari pengendara untuk mentaati lalulintas.

Selain itu juga, sambungnya adanya upaya dari Polres OI dalam mensosialisasikan tertib lalulintas dan gencar-gencarnya melaksanakan razia rutin.

“Ya, jumlah  ini mengalami penurunan dibanding tahun lalu. Indikatornya bisa disebabkan mulai tumbuhnya kesadaran pengendara. Persentase penurunan sekitar 57 persen. Ini juga karena kita sering lakukan sosialisasi,” ungkapnya, Selasa (16/7).

Selain itu, sambung AKP Haris, untuk kasus kecelakaan selama operasi patuh, tahun ini mengalami peningkatan sebesar 25 persen dibanding tahun lalu.

“Saat ini selama operasi patuh tercatat, ada 8 kasus kecelakaan. Tahun lalu hanya ada 6 kasus kecelakaan,” bebernya.

Untuk korban meninggal, masih katanya, baik tahun lalu maupun saat ini ada 3 orang. Sedangkan jumlah korban luka berat dan ringan mengalami penurunan.

“Tahun lalu luka berat tercatat 5 orang dan luka ringan 10 orang dengan jumlah kerugian materil sebesar Rp 121 juta. Tahun ini tercatat korban luka berat 4 orang dan ringan 4 orang dengan kerugian materil Rp 110 juta,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sasaran operasi patuh 2013 yakni kendaraan yang tidak laik jalan dan dapat membahayakan keselamatan orang lain dan motor yang digunakan untuk balap liar.

“Selain itu kendaraan bermotor yang tidak standar pabrikan, merubah spektek. Mobil pribadi yang memakai rotator bukan untuk peruntukan dan nomer registrasi yang tidak sesuai spektek,” ujarnya.

Meski demikian, sambung AKP Harris, pihaknya terus melakukan sosialisasi tertib lalulintas dan razia terhadap pengendara yang melanggar.

“Kami semaksimal mungkin untuk menekan angka kecelakaan di wilayah Ogan Ilir. Kami himbau, pengendara untuk selalu tertib berlalulintas demi terciptanya keselamatan berkendara dan masyarakat pada umumnya,” imbuhnya.

Teks : Junaedi Abdillah

Editor : Imron Supriyadi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster